Breaking News:

Konflik Israel vs Palestina

Alasan Israel Lakukan Operasi Militer di Tepi Barat hingga Sebabkan 10 Warga Palestina Tewas

Sebanyak 10 warga Palestina tewas dalam serangan operasi militer Israel di Tepi Barat pada Rabu (28/8/2024). Ini alasan Israel lakukan serangan.

Penulis: ElfanNugg
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Para pendukung Hamas di kota Ramallah, Tepi Barat, melakukan protes pada 2 Januari 2024, menentang serangan Israel di Lebanon yang menewaskan wakil pemimpin Hamas, Saleh al-Aruri. 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 10 warga Palestina tewas dalam serangan operasi militer Israel di Tepi Barat pada Rabu (28/8/2024).

Sebelumnya, Israel telah mengumumkan peluncuran operasi militer di bagian utara, Tepi Barat, Palestina.

Serangan di Tepi Barat ini dilakukan secara besar-besaran oleh Israel mulai dari menggunakan pesawat tempur, pesawat tak berawak dan buldoser.

Baca juga: Iran Minta IDF Akhiri Perang di Gaza, Hizbullah Anggap Israel Kewalahan Lawan Hamas

Serangan Israel yang melibatkan ratusan tentara ini menargetkan tiga wilayah secara bersamaan yaitu wilayah Jenin, Tulkarem, dan Lembah Yordan. 

Dalam serangan itu, sepuluh warga Palestina dilaporkan tewas.

Dilansir Al Arabiyanews, dua warga Palestina tewas di kota Jenin, empat lainnya di desa terdekat, dan empat lainnya di kamp pengungsi dekat kota Tubas, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.

Bulan Sabit Merah Palestina, yang dikenal dengan organisasi kemanusiaan mengatakan, timnya kesulitan menjangkau korban dikarenakan ambulans yang akan memasuki daerah tersebut dicegah oleh pasukan Israel

Menurut Nida Ibrahim, seorang jurnalis Al Jazeera, operasi militer Israel di wilayah utara ini sebagai yang terbesar sejak 2002.

Nida Ibrahim menambahkan, jumlah serangan Israel di Tepi Barat telah "meningkat lebih dari tiga kali lipat" sejak pecahnya perang Israel di Gaza pada bulan Oktober.

Dikatakannya, penduduk setempat di berbagai kota dan desa mengonfirmasi ada tiga serangan yang terjadi di tiga lokasi berbeda pada malam hari.

"Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah melihat peningkatan dalam penggunaan serangan udara terhadap pejuang Palestina. Militer Israel mengklaim bahwa mereka memerangi penggunaan IED [alat peledak rakitan]," kata Ibrahim dikutip dari Al Jazeera, Rabu (28/8/2024).

Baca juga: 3 Fakta Video Viral Warga Israel Injak Bantuan Termasuk Kardus Indomie yang akan Dikirim ke Gaza

Juru Bicara Militer Israel, Avichay Adraee mengonfirmasi serangan di Tepi Barat dan mengatakan operasi militer dilakukan guna menggagalkan terorisme di Jenin dan Tulkarm.

“Pasukan keamanan sekarang telah meluncurkan operasi untuk menggagalkan terorisme di Jenin dan Tulkarm,” kata Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan bersama Dinas Keamanan Shin Bet Israel, yang diunggah di Telegram, sebagaimana dilansir AFP.

Achivay Adrae merupakan seorang kolonel yang menjabat sebagai kepala divisi media Arab dari Unit Juru Bicara IDF. 

Kekerasan di Tepi Barat meningkat seiring dengan peperangan di Gaza, yang menimbulkan 640 warga Palestina tewas oleh pasukan dan pemukim Israel.  

Sejak Israel melancarkan perang di Gaza, serangan tentara Israel telah terjadi di kota-kota dan desa-desa di Tepi Barat. 

Ribuan rumah dan juga bangunan lainnya dihancurkan oleh Israel dan tentunya banyak warga Palestina yang mengungsi.

Baca juga: Israel Tuduh Jurnalis Ismail Al-Ghoul yang Sudah Dibunuh adalah Anggota Hamas, Al Jazeera Bantah

Adanya serangan dalam operasi militer itu, tentunya membuat warga Palestina semakin terancam oleh pasukan Israel.

Bahkan mereka juga diserang oleh pemukim Israel

Pemukiman Israel merupakan pemukiman yang dihuni oleh warga negara Israel, hampir secara eksklusif memiliki identitas atau etnis Yahudi, dan dibangun di atas tanah yang diduduki Israel secara militer. 

Kondisi tersebut membuat kehidupan warga Palestina semakin sulit, dan menderita. 

Sedangkan di pihak Israel, sedikitnya ada 19 warga yang dilaporkan tewas dalam serangan Palestina selama periode yang sama.

Hingga hari ini, 40.476 warga Palestina tewas dan hampir 100 ribu orang lainnya terluka akibat terkena imbas agresi militer oleh Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu. 

(Magang TribunWow.com/Marita Nur Isnawati)

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News

Sumber: TribunWow.com
Tags:
IsraelPalestinaGazaHamas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved