Timnas Indonesia
Benarkah Mie Instan Bahaya untuk Atlet? Ini Kata Ahli Gizi seusai Dikonsumsi Pemain Timnas Indonesia
Marselino Ferdinan sempat mengunggah momen Witan Sulaeman memasang mie instan di tengah pemusatan latihan (TC) di TC.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Fisik para pemain Timnas Indonesia benar-benar sedang dijaga untuk bisa tampil maksimal di Piala Asia 2023.
Namun kini, pemain Timnas Indonesia justru mendapat sorotan negatif setelah ada yang mengonsumsi mie instan.
Marselino Ferdinan sempat mengunggah momen Witan Sulaeman memasang mie instan di tengah pemusatan latihan (TC) di TC.
Aksi tersebut dilakukan Witan Sulaeman di dalam kamar hotel.
Baca juga: Kaleidoskop 2023 Timnas Indonesia: Repotkan Argentina, Lolos ke Level Asia, Sukses Piala Dunia U-17
Baca juga: Teguran Shin Tae-yong ke Witan Sulaeman dan Pemain Timnas Indonesia yang Diam-diam Makan Mie Instan
Sontak, hal tersebut pun menuai kritikan dari para warganet.
Lalu, sebenarnya, apakah mi instan merupakan yang berbahaya? Begini tanggapan Ahli Gizi, Dr. dr. Inge Permadhi, SpGK(K).
Inge Permadhi mengatakan bahwa sejatinya mengkonsumsi mi instan bukanlah sesuatu yang berbahaya jika hanya dikonsumsi sesekali dan tidak menjadi makanan harian.
"Tidak bahaya, makan lebih banyak dari itu juga tidak bahaya kan? Tapi tentu itu bukan merupakan makanan yang daily atau harian. Karena itu akan mengurangi asupan bahan makanan yang baik yang diperuntukan untuk atlet," ujar Inge, saat dihubungi Tribunnews, Rabu (27/12/2023) malam WIB.
Bicara gizi untuk atlet, Inge mengatakan bahwa tentu tim asuhan Shin Tae-yong itu membutuhkan asupan lain selain karbohidrat dan lemak yang mendominasi komposisi mi instan.
Setidaknya manusia secara umum, lanjut Inge, membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.
"Secara umum seorang atlet itu akan mendapatakan bahan makanan yang baik sekali. Ya memang di dalam kehidupan itu apa yang dikonsumsi itu terdiri dari tiga zat gizi, ada karbohidrat, ada protein dan ada lemak. Ada juga vitamin dan mineral, semua itu bisa diperoleh dari berbagai bahan makanan," kata Inge.
"Tapi seorang atlet itu membutuhkan spesial food. Misalnya gini, ototnya tidak boleh menjadi kecil, ototnya harus cukup dan tidak boleh terlalu kecil, kemudian dia harus mempunyai tenaga, tenaga itu diambil dari karbohidrat dan lemak. Jadi makanannya sudah dibuat komposisi dimana karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral-nya cukup.
Baca juga: Rapor Merah Timnas Indonesia di 4 Edisi Piala Asia: Hanya Menang 2 Kali dari 12 Pertandingan
Inge melanjutkan, jika mi instan dikonsumi oleh atlet hanya sewaktu-waktu maka hal tersebut tidak akan terlalu mempengaruhi kondisi yang bersangkutan.
"Kalau sekali-kali makan mi instan, tentu saja tidak ada masalah. Karena atlet juga biasanya pembuluh darahnya bagus, antioksodan dalam tubuhnya juga bagus, jadi dia merupakan seorang yang sehat," tutur Inge.
Sumber: Tribunnews.com
Batal Lawan Timnas Indonesia, Kuwait Justru Ganti Lawan di FIFA Matchday September 2025 |
![]() |
---|
BREAKING NEWS - Taipei Lawan Pengganti Kuwait untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025 |
![]() |
---|
Kabar Gembira: PSSI Cari Lawan Sparing Baru Ganti Kuwait untuk Timnas Indonesia, Pakai Bekas Ordal? |
![]() |
---|
Tanpa Striker Timnas Indonesia, Oxford United Kalah Terus di Championship dan Masuk Zona Degradasi |
![]() |
---|
RESMI! FC Utrecht Lepas Miliano Jonathans ke Timnas Indonesia, Proses Naturalisasi Dikebut? |
![]() |
---|