Perang Israel Vs Hamas
Melihat Peluang Gencatan Senjata Israel Vs Hamas Diperpanjang, IDF Sudah Diingatkan soal Tujuannya
Pada Senin pagi, Kepala Staf Umum IDF (militer Israel) Herzi Halevi mengingatkan pada pasukannya untuk kembali pada tujuan perang.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata selama 4 hari dalam perang tersebut.
Sejumlah negara meminta gencatan senjata itu diperpanjang agar perang tak terus berlarut-larut.
Namun, pada Minggu (26/11/2023) waktu Palestina, Israel sudah bersiap untuk melanjutkan serangan udara dan darat.
Baca juga: Beda Israel dan Hamas yang Kembalikan Sandera ke Tempat Asal: Lambaikan Tangan ke Pejuang Palestina
Dikutip dari ArabNews, gencatan itu seharusnya berakhir pada Selasa pagi waktu setempat.
Israel menyetujui gencatan senjata diperpanjang jika ada 10 sandera dari Hamas yang dibebaskan untuk menambah satu hari.
Hal itu pun dirasa sangat kecil kemungkinannya.
"Saya tidak yakin gencatan senjata akan bertahan lebih dari seminggu," kata mantan Spesialis Intelijen Militer Israel Miri Eisin.
Eisin mengatakan militer Israel ingin membongkar kemampuan militer Hamas dan caranya adalah melalui operasi darat yang sistematis dan hati-hati.
Baca juga: Reaksi Dunia soal Gencatan Senjata Israel dan Hamas selama 4 Hari, Menlu AS Masih Kobarkan Kebencian
Pada Senin pagi, Kepala Staf Umum IDF (militer Israel) Herzi Halevi mengingatkan pada pasukannya untuk kembali pada tujuan perang.
"Saya melihat di mata Anda betapa besarnya momen ini, semangat juang dan tekad untuk mencapai semua tujuan perang," kata Herzi.
"Saya mendengar Anda mengatakan pada saya 'Kami ingin berperang sampai kami mengembalikan para sendera' jadi kami melakukan hal itu," katanya.
Militer Israel memperkirakan mereka telah membunuh antara 1.000 dan 2.000 pejuang Hamas dari 30.000 kekuatan militer.
Baca juga: BREAKING NEWS: Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hamas 4 Hari, Para Tahanan Dibebaskan Bertahap

Namun, Israel telah membunuh sedikitnya 14.800 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, di Gaza, dan melukai puluhan ribu lainnya.
Militer Israel telah menjatuhkan sekitar 40.000 ton bom di daerah kantong yang terkepung dan melakukan serangan terhadap fasilitas umum penting, termasuk rumah sakit dan sekolah, kata pihak berwenang Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk melenyapkan Hamas.