Perang Israel Vs Hamas
Total 50.000 Warga Palestina Berbondong-bondong Tinggalkan Gaza Utara Menuju Selatan
Warga Palestina berbondong-bondong tinggalkan Gaza utara menuju ke selatan, total sudah ada 50.000 warga.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: adisaputro
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara militer Israel, Daniel Hagari menjelaskan adanya 50.000 warga Palestina yang berbondong-bondong meninggalkan Kota Gaza bagian utara pada Kamis (9/11/2023).
Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, pemindahan wargga dilakukan oleh pasukan Israel setelah kembali membuka jalan Salah el-Din, jalan utama menuju ke jalur Gaza selatan.
Jalan Salah el-Din dibuka oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama 5 jam.
Meskipun begitu, Daniel menjelaskan jika aksi itu tidak diwarnai dengan gencatan senjata.
Baca juga: Bela Palestina, Kelompok Houthi di Yaman Bersumpah Terus Serang Israel, Tembakkan Drone dan Rudal
Keputusan membiarkan warga Palestina mengakses jalan Salah el-Din diperuntukkan guna memberikan kesempatan bagi warga Palestina untuk bisa berpindah ke Gaza bagian selatan.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya, ada 15.000 orang yang telah memutuskan pindah dari Gaza Utara menuju ke Gaza selatan menggunakan jalan yang sama pada Selasa (7/9/2023).
Mereka berbondong-bondong meninggalkan Gaza utara dengan berjalan kaki seraya mengibarkan bendera putih.
Mereka bergerak menuju ke selatan guna mencari perlindungan yang semakin sulit untuk diperoleh.
"Pada saat yang sama, kami melihat ribuan orang bergerak ke selatan – bukan konvoi mobil. Mereka sedang berjalan. Mereka mengibarkan bendera putih karena takut diserang. Mereka bergerak bersama dalam kelompok besar – dengan keyakinan bahwa jumlah mereka akan aman – dalam perjalanan putus asa ke selatan menuju masa depan yang mereka tidak tahu apa yang akan terjadi," kata kata Alan Fisher dari Al Jazeera.
Baca juga: Petinggi PBB untuk Palestina Beberkan Kondisi Pengungsian di Gaza: Semua Orang Minta Air dan Makanan

Israel Ogah Stop Perang
Israel menyatakan tidak akan menghentikan serangan mereka di Gaza, sampai berhasil menghancurkan Hamas.
Padahal dalam serangan terbaru mereka di Gaza, puluhan warga Israel yang menjadi sandera Hamas turut menjadi korban tewas.
Selain itu, Israel ogah mendengarkan seruan genjatan senjata yang ramai disuarakan publik global.
Baca juga: Dahsyatnya Rudal Burkan Hizbullah yang Hancurkan Pos Militer Israel, Dijuluki Rudal Gunung Berapi
Israel di bawah pemerintah Benjamin Netanyahu mendapat dukungan dari sekutu mereka, Amerika Serikat, dan mengklaim serangan ke Gaza merupakan bentuk membela diri.
Pada kenyataannya, serangan Israel justru menyasar tempat-tempat publik yang kemudian menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk warga mereka yang disandera Hamas.
Menurut juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Abu Obeida mengatakan 60 sandera tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
"Masih ada 23 jenazah (sandera) yang hilang di bawah reruntuhan,” ujar Abu Obeida seperti dikutip kantor berita Anadolu.
Abu Obeida mengungkapkan, sulit menjangkau 23 jenazah tersebut karena Israel tak berhenti membombardir Gaza.
“Sulit menjangkau jenazah mereka karena agresi brutal Gaza sedang berlangsung,” sambungnya.
Brigade Al-Qassam mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa mereka menyandera 200-250 orang, termasuk tentara dan warga sipil.
Tentara Israel mengatakan ada 242 warga Israel yang ditahan di Gaza oleh kelompok perlawanan Palestina.
Israel tak akan menghentikan serangan hingga Hamas dihancurkan hingga ke akar.
Dikutip Aljazeera, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tegas menolak seruan gencatan senjata dengan Hamas.
Baca juga: Bacaan Doa untuk Palestina yang Digempur Israel, Dilengkapi Doa Qunut Nazilah
Ia menegaskan bahwa gencatan senjata itu adalah bagian dari “poros kejahatan” dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani memperingatkan pada hari Sabtu bahwa serangan udara Israel di Gaza mempersulit kemungkinan pembebasan tahanan.
Tentara Israel telah memperluas serangan udara dan daratnya ke Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober.
Warga Palestina di Kota Gaza diminta tentara Israel untuk mengungsi karena pemboman terus berlanjut dan tidak ada jalan keluar yang aman.
Hingga saat ini, 9500 orang tewas di Gaza akibat serangan Israel sejak 7 Oktober. Di antaranya 3.900 anak-anak dan 2.509 perempuan.
Sementara lebih dari 1.400 orang tewas di Israel.
(TribunWow.com/Adi Manggala S/Lala)
Sebagian artikel ini dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com dengan judul 50.000 Warga Palestina Meninggalkan Gaza Utara Hari Ini