Berita Viral
Klarifikasi AY, Anak Angkat yang Diduga Usir Ibunya Diungkap Kuasa Hukum, Sebut Ada Miskomunikasi
AY anak angkat di Banyuasin yang santer dikabarkan tega mengusir ibu asuhnya kini muncul dan menyampaikan klarifikasi.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kasus seorang nenek yang diusir oleh anak angkatnya di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan kini berbuntut panjang.
Dilansir Tribun Sumsel, sosok nenek yang diusir anak angkat dari rumahnya bernama Siti Marbiah (73).
Sedangkan anak angkatnya diketahui berinisial AY.
Baca juga: Curhat Pilu Nenek di Banyuasin Diusir Anak Angkat dari Rumah: Dulu Tidak Terurus, Saya Kasihan
Terbaru, AY yang santer dikabarkan tega mengusir ibu asuhnya kini muncul dan menyampaikan klarifikasi.
Melalui kuasa hukumnya, AY membantah disebut telah mengusir Siti Marbiah yang sudah membesarkannya sejak usia 2 tahun.
M Hidayat Arifin, kuasa hukum AY mengatakan, semua pemberitaan tentang AY selama ini yang disebarkan kuasa hukum Siti Marbiah dari kantor hukum Jallas Boang Manalu sudah menyudutkan kliennya dan menyebarkan fitnah terhadap AY.
Dimana, AY disebut sudah mengusir ibu angkatnya bernama Siti Marbiah umur 73 tahun dari rumahnya sendiri.
"Kami dari Tim Advokasi “Si Anak Angkat” ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama informasi yang disebarkan adalah misleading dan distorsi informasi yang dilakukan oleh Tim Kuasa Hukum Ibu SITI MARBIAH," katanya, Selasa (7/11/2023).
Lanjutnya, fakta kepergian Siti Marbiah dari rumah milik kliennya dikatakan mereka atas kehendak sendiri tanpa ada paksaan, dorongan, cacian bahkan tanpa sepengetahuan kliennya.
Latar belakang kepergian Siti Marbiah karena miskomunikasi sehingga timbul ketersinggungan terhadap anak angkat.
"Terlalu naif, bila klien kami menyatakan tidak pernah terjadi selisih paham dengan Ibu angkatnya selama hidup berdampingan. Selayaknya ibu dan anak kandung, tentulah hal biasa bila ada “friksi” akibat miskomunikasi. Apalagi usia si ibu tidak lagi muda, yang moodnya mudah terganggu sehingga mudah marah dan sensitif," katanya.
Ia menegaskan, kliennya termasuk suaminya tidak pernah melakukan pengusiran terhadap Siti Marbiah dari rumah.
Jangankan untuk mengusir, terbesit dalam hati untuk melakukan pengusiran juga tidak pernah.
"Mengenai status kepemilikan rumah yang diklaim Ibu Siti Marbiah melalui kuasa hukumnya sebagai rumah milik Ibu Siti Marbiah, adalah tidak berdasar. Faktanya klien kami adalah pemilik sah atas sebidang tanah seluas 629 meter persegi, berdasarkan Sertifikat Hak Milik No. 10241, yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin, tertanggal 30 September 2015, yang terletak di Lorong Burhanudin RT. 16 RW. 06, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan," jelasnya.
Baca juga: Tangis Pilu Nenek Diusir Anak Angkat yang sejak Kecil Dirawat hingga Dikuliahkan, Ini Kronologinya
Lanjutnya, alas hak untuk rumah tersebut melalui pemberian Hak Jual Beli dan bukan berdasarkan hibah yang diungkapkan kuasa hukum Siti Marbiah.
Kliennya membeli rumah tersebut dari Hayatillah pada tanggal 27 Januari 2014, dengan menggunakan uang milik pribadi AY senilai sebesar Rp120 juta.
"Pada prinsipnya, klien kami tetap berkeinginan menyelesaikan semua masalah ini. Karena, setiap permasalahan internal keluarga dengan Ibu Siti Marbiah bisa diselesaikan dan kembali hidup berdampingan sebagai Ibu dan Anak," pungkasnya.

Pengakuan Siti Marbiah
Siti Marbiah (73), warga Banyuasin, Kabupaten Sumsel, mengungkapkan alasan anak angkatnya, AY tega mengusirnya.
Belakangan diketahui, hal tersebut bermula ketika Siti Marbiah membalik nama sertifikat rumahnya untuk AY.
Siti Marbiah sudah menganggap AY seperti anak kandungnya sendiri, sehingga tak menaruh kecurigaan terhadap anak angkatnya itu.
Namun, ketulusan Nenek Siti Marbiah dibalas dengan kekecewaan setelah anak kandungnya itu merebut harta warisannya.
"Sertifikat kubuat nama dia(AY) saking sayangnya aku tadi dengan dia," ungkap Siti saat ditemui, Minggu (5/11/2023).
Menurut Siti, harta waris tersebut diberikan dari orangtuanya dengan syarat tidak boleh dijualkan.
Namun, karena rasa sayangnya terhadap anak angkat, Siti pun luluh dan menghibahkan harta warisannya kepada AY tanpa sepengetahuan keluarga besarnya.
"Aku ini gak tahu cuma harta waris itu dari bapakku, awalnya aku ngambil rumah ini aja, bangunannya dan tanahnya dari orang tuaku gak boleh dijual. Ternyata saking sayangnya aku ini kujualkan, maling-maling dengan adik aku, aku takut ngomong dengan adik-adikku nanti gak boleh, jadi aku buatlah sertifikat," curhat Siti.
Lebih jauh, alasan Siti membalikan nama sertifikat tesebut lantaran tidak ingin ditinggal pergi oleh anak angkatnya.
Pasalnya, AY beberapa kali mendesak ibu angkatnya untuk meminta sertifikat rumah tersebut.
"Jadi aku kasihkan ke dia supaya hatinya tenang, karena aku nih 'dirong-rongnya' terus dimarahin," ungkapnya.
"Aku takut dia belari karena aku sayang dengan dia, jadi aku buatkan lah, dengan harapan tadi tenang dia ngurusin aku sampai matiku," ujar Siti dengan pilu.
Tak cukup sampai disitu, rupanya Siti Marbiah juga lama memendam kecewa karena diperlakukan bak pembantu oleh anak angkat yang sudah dibesarkannya sejak usia 2 tahun.
"Ini aku dibuatnya selama 40 tahun jadi babu, nyuci aku, masak aku, nyuci piring aku, nyapu rumah aku, gosok aku, paling jorok gaada urusin," ucapnya.
Baca juga: Kisah Pilu Nenek di Banyuasin yang Diusir Anak Angkat, Dirawat sejak Usia 2 Tahun hingga Dikuliahkan
Masa Lalu AY
Siti sendiri mengaku mengenal kedua orangtua AY.
Kala itu, orang tua AY telah berpisah, sehingga ayah kandungnya tak mampu mengurus sang anak.
Ayah AY pun membawa putrinya ke sejumlah orang untuk dijadikan anak angkat.
Hingga akhirnya berlabuh kepada Siti Marbiah, yang kalah itu tidak memiliki anak.
"Kenal dengan orang tuanya, orangtuanya pisah. Bapaknya kan gak terurus, jadi dibawanya ke orang-orang tapi gak mau, jadi dipadukan ke kami ketemu, jadi aku yang mengurusnya,"
Nenek Siti Marbiah dengan penuh kasih sayang mengasuh dan membesarkan AY berharap bisa menjadi teman dimasa tuanya.
Bahkan, Siti menuruti keinginan anak angkatnya itu yang kerap pindah-pindah sekolah.
"Aku yang ngurusnya sampai disekolahkan, dirawat, dan disekolahkan setengah tahun setengah tahun minta dikeluarkan pulang pergi dari Palembang ke Dusun," ujarnya.
Sayangnya, harapan Siti agar dirawat di masa tua sirna, setelah diperlakukan oleh AY.
"Berharapnya berakhlak baik, ngurusin aku dari hidup sampai mati, ternyata kayak ini aku dibuatnya, diusir dari rumah, aku luntang-lantung 8 bulan di jalan, tidur tempat adik aku, tetangga aku," ungkapnya.
Ia tidak habis pikir, kenapa bisa hal itu dilakukan AY terhadap dirinya.
"Kedua orangtuanya pisah, jadi tidak ada yang mengurus. Karena sayang dan kasihan saat itu, ketimbang tidak ada yang mengurus saya mengurusnya. Ternyata, balasannya seperti ini," ungkap Siti Marbiah lirih.
Alasan Diusir
Adapun permasalahan itu mencuat ketika AY dan Siti Marbiah terlibat cekcok masalah baju cucunya.
Saat itu, AY tampak berteriak menyebut Siti tak ada hak mengatur urusannya.
"Ribut masalah anaknya, dia mau nuker baju anaknya, aku tanya kan kenapa mau menukar baju anakmu, kata dia 'Kamu gak ada hak' terus kataku 'kamu ngatain aku gak ada hak, kamu dari kecil aku yang ngurusin, sampai anak-anakmu aku yang ngurusin, jadi aku emosi," ujar Siti dengan amarah.
Hingga, percekcokan itu semakin diperkeruh dengan terlibatnya suami AY.
"Ku bilang 'kau nih kayak ini jahat dengan mertuamu, kau tak baik dengan mertuamu' sampai dia gak ada bunyi lagi," ujarnya.
Kini, Siti masih berjuang meminta keadilan untuk mengambil kembali haknya.
Kuasa Hukum Siti Marbiah, Jallas Boang Manalu juga menyebut salah satu alasan Siti Marbiah diusir dari rumahnya sendiri karena sang anak angkat tak terima dinasihati ketika akan menikah kembali untuk keempat kalinya.
Dari sinilah, Siti Marbiah diusir dari rumahnya sendiri dan selama delapan bulan hari hidup menumpang kesana kemari.
Untuk menyelesaikan masalah ini, Jumat (3/11/2023) dilakukan mediasi antara dua belah pihak dan disaksikan keluarga besar Siti Marbiah serta unsur pemerintahan dan kepolisian.
Namun, mediasi yang dilakukan tidak menemui titik terang. Karena, dari AY enggan memberikan sertifikat rumah kepada Siti Marbiah.
"Bila nanti tetap tidak menemui titik terang atas masalah yang klien kami hadapi, kami berinisiatif untuk menempuh jalur hukum baik itu pidana maupun perdata," pungkasnya. (*)
Baca berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul AY 'Si Anak Angkat' di Banyuasin Akhirnya Muncul, Bantah Usir Ibu Siti Marbiah, Sebut Miskomunikasi
Sumber: Tribun Sumsel
6 Fakta Mencengangkan Pratama Arhan & Zize: Hapus Foto Nikah, Foto dengan Mantan & 1 di Luar Dugaan |
![]() |
---|
5 Negara dengan Penduduk Terpadat di Dunia 2025, Ada Indonesia hingga 2 Tetangga Berseteru |
![]() |
---|
Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong Dituding Terlibat Korupsi, PDIP Bantah Sebut Kesalahan Dicari-Cari |
![]() |
---|
Viral Pegawai Puskesmas Karaoke saat Jam Pelayanan, Dilakukan setelah Olahraga Pagi Bersama |
![]() |
---|
Reaksi Hasto Kristiyanto setelah Dengar Vonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara untuk Kasus Suap Harun Masiku |
![]() |
---|