Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Mesir Buka Jalur Bantuan Gaza, Biden Izinkan 20 Truk Masuk yang Diibaratkan Setetes Air di Lautan

PBB mengatakan lebih dari satu juta dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengungsi dan situasi kemanusiaan semakin memburuk dari hari ke hari.

Nour Mahd Ali Abu Aisha, Zeynep Hilal Karya?d?
Perbatasan Rafah Mesir yang jadi penghubung bantuan satu-satunya untuk Gaza 

TRIBUNWOW.COM - Mesir telah memindahkan blok beton yang sebelumnya berada di perbatasan Jalur Gaza, Palestina, Jumat 20 Oktober 2023.

Dikutip TribunWow.com dari Arabnews, sumber keamanan Mesir mengatakan hal itu membuka peluang bantuan bisa tersalurkan ke Gaza dan Palestina.

PBB menggambarkan situasi saat ini di Gaza sebagai keadaan yang sangat buruk ketika Israel secara intensif melakukan serangan.

Baca juga: AS Sebut 20 Truk Bantuan Diizinkan Masuk Gaza Lewat Mesir namun Jembatan Hancur karena Israel

Lebih dari 3.700 warga Palestina yang merupakan warga sipil menjadi korban kekejaman Israel.

Mereka dinyatakan tewas dalam pertempuran Israel vs Hamas di Jalur Gaza.

Jumlah itu terus bertambah lantaran serangan udara Israel tak pernah berhenti.

Pemboman tersebut terjadi sebagai respons terhadap serangan militan Hamas ke Israel dari Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu.

Baca juga: Dunia Bereaksi atas Serangan Israel di Rumah Sakit hingga Menewaskan Ratusan Orang di Tepi Gaza

Saat itu serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 orang, menurut pejabat Israel.

PBB mengatakan lebih dari satu juta dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengungsi dan situasi kemanusiaan semakin memburuk dari hari ke hari.

Namun belum ada lampu hijau untuk mengirim truk-truk yang berbaris di perbatasan.

Padahal sejumlah bantuan sudah mengantre untuk masuk ke jalur Gaza lewat Mesir.

Pasalnya, Israel menolak membuka perbatasan dengan Gaza.

Baca juga: Melihat Perbedaan Kekuatan Militer Israel Vs Hamas, Keduanya Punya Keunggulan di Bagian Ini

Potret Jalur Gaza sebelum terjadi eskalasi besar-besaran oleh Israel.
Potret Jalur Gaza sebelum terjadi eskalasi besar-besaran oleh Israel. (DW/K. Shuttleworth)

Titik terang jalur bantuan mulai terbuka setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden berkunjung ke Israel.

Ia meminta kesepakatan untuk mengizinkan bantuan masuk melalui penyeberangan Rafah, Mesir.

Jalan itu menjadi satu-satunya wilayah yang tak dikuasai oleh Israel.

Bantuan menumpuk, tapi belum ada yang masuk ke Gaza.

Stasiun televisi milik pemerintah Mesir, Al-Qahera News, mengatakan penyeberangan Rafah akan dibuka pada hari Jumat.

Baca juga: Israel Minta Bantuan Militer Darurat ke AS sebesar Rp 157 Triliun, Langsung Dipenuhi Gedung Putih?

Namun Kairo mengatakan diperlukan lebih banyak waktu untuk memperbaiki jalan yang rusak karena dibombardir Israel.

Biden mencapai kesepakatan untuk mengizinkan masuknya 20 truk bantuan, tetapi kesepakatan itu dicapai dengan persyaratan yang ketat dari Israel.

Bantuan hanya boleh diberikan kepada warga sipil dan tidak jatuh ke tangan militan Hamas.

Bantuan hanya boleh didistribusikan di bagian selatan Jalur Gaza di mana Israel telah memerintahkan warga sipil untuk mengungsi.

Namun Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan menggambarkan kesepakatan Biden sebagai setetes air di lautan kebutuhan lantaran kebutuhan yang dipenuhi seharusnya berjumlah 2.000 truk.

David Satterfield, mantan duta besar AS yang memulai tugas barunya pada hari Senin sebagai koordinator bantuan kemanusiaan.

Ia telah bertemu dengan para pejabat Israel dan Mesir untuk mewujudkan kesepakatan tersebut, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller. (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
MesirGazaIsraelPalestinaJoe Biden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved