Breaking News:

Terkini Daerah

Dituding Sebar Hoaks Inses Ibu dan Anak, Wali Kota Bukittinggi Buka Suara, Sebut Niat Hapus Maksiat

Tanggapan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar setelah dilaporkan atas tudingan menyebar hoaks inses anak dan ibu.

Editor: Via
TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi dan Istimewa/TribunPadang
Ibu yang dituduh melakukan inses dengan anak kandung saat memberikan laporan ke penyidik di Mapolresta Bukittinggi, Senin (26/6/2023). Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dilaporkan ke polisi karena diduga telah menyebarkan hoaks terkait kasus inses. 

TRIBUNWOW.COM - Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar dilaporkan ke polisi lantaran dituding menyebarkan hoaks.

Perkaranya, Erman membeberkan dugaan tindakan inses anak dan ibu yang ternyata diklaim tidak benar.

Akibatnya, ibu berinisial EY yang disebut Erman dan keluarganya tak terima, lantas memperkarakan sang wali kota.

Baca juga: Miris, Ibu dan Anak di Bukittinggi 11 Tahun Lakukan Hubungan Sedarah meski Keluarga Dikenal Agamis

Saat dihubungi TribunPadang.com, Senin siang, Erman belum bisa memberikan keterangan karena masih ada kegiatan yang harus diikutinya.

"Jangan sekarang (wawancara), lagi banyak giat (kegiatan)," katanya membalas pesan singkat permintaan wawancara.

Sementara itu, Erman Safar menyampaikan komentarnya terkait pelaporan dirinya ke polisi melalui akun Instagram resminya pada Senin siang.

"Apa yang kami lakukan ini, murni niatnya untuk bersihkan Kota Bukittinggi ini dari kemaksiatan. Menyelamatkan generasi muda dari apa yang merusak mental dan spiritual mereka," katanya.

Ibu yang dituduh melakukan inses dengan anak kandung saat memberikan laporan ke penyidik di Mapolresta Bukittinggi, Senin (26/6/2023).
Ibu yang dituduh melakukan inses dengan anak kandung saat memberikan laporan ke penyidik di Mapolresta Bukittinggi, Senin (26/6/2023). (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Baca juga: 1 Anak Hasil Inses Anak dan Ayah di Banyumas Masih Hidup, Ini Risiko yang Ditanggung sang Bocah

Dilaporkan pihak keluarga

Seperti diketahui sebelumnya Kasus inses di Bukittinggi yang diduga dilakukan seorang pemuda berusia 28 tahun dan ibu kandungnya yang pernah diungkap Erman Safar kini berbuntut panjang.

Erman Safar juga dilaporkan oleh Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) V Jorong selain oleh EY.

"Kami buat laporan karena pencemaran nama baik, (saya) disebut inses dengan anak sendiri," kata EY, ibu kandung dari pemuda 28 tahun yang diisukan melakukan hubungan badan (inses) di Bukittinggi, Senin (26/6/2023) dilansir TribunPadang.com.

EY membantah semua tudingan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar yang menyebut dirinya inses dengan anak kandungnya.

"Harusnya sebelum dibeberkan ke publik, ditanyakan dulu ke ibunya. Saya keberatan dengan yang disampaikan wali kota, ini pencemaran nama baik keluarga kami," ungkap EY kepada awak media di Mapolresta Bukittinggi, Selasa.

EY berharap isu inses yang melibatkan anaknya itu bisa secepatnya diselesaikan untuk memperbaiki nama baik keluarganya.

"Kami sekeluarga merasa sangat dirugikan, isu itu (inses) kan merusak nama pribadi, pencemaran nama baik, agama, keluarga kami, ekonomi kami," terang EY.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Tags:
BukittinggiInsesWalikotaWali Kota
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved