Perang Rusia Vs Ukraina
Titik Balik Perang Rusia-Ukraina, Grup Wagner Berkhianat, Pimpin Kudeta dan Serang Pasukan Putin
Manuver mengejutkan Grup Wagner, kini justru serang Rusia untuk lakukan kudeta pimpinan militer.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
"Kita semua siap mati. Seluruh 25.000 tentara, dan kemudian 25.000 lainnya," kata Prigozhin, dalam pesan audio sebelumnya, setelah menuduh petinggi Rusia melancarkan serangan terhadap anak buahnya.
"Kami mati untuk rakyat Rusia."
Kepala Wagner mengatakan pasukannya juga telah menembak jatuh sebuah helikopter militer Rusia.
"Kami akan menghancurkan semua yang menghalangi jalan kami," kata Prigozhin sebelumnya, dalam tantangan paling berani kepada Putin sejak dimulainya serangan di Ukraina tahun lalu.
Baca juga: Warga Rusia Tewas Disiksa Kelompok Wagner, Dipukuli dengan Palu dan Direkam hingga Videonya Viral
Serangan Rudal
Perkembangan ini terjadi setelah Prigozhin menuduh Rusia telah menjadikan pasukannya target serangan rudal yang katanya membunuh sejumlah besar pejuang.
"Dewan komandan PMC Wagner telah membuat keputusan, kejahatan yang dibawa oleh kepemimpinan militer negara harus dihentikan," kata Prigozhin dalam serangkaian pesan audio yang dikeluarkan oleh juru bicaranya.
Dia memperingatkan warga Rusia agar tidak melawan pasukannya dan meminta mereka untuk bergabung dengannya.
"Kita harus mengakhiri kekacauan ini. Ini bukan kudeta militer, tetapi pawai keadilan."
Namun hal ini dibantah oleh FSB yang menegaskan seruan Prigozhin merupakan strategi untuk memulai konflik sipil.
"Pernyataan dan tindakan Prigozhin sebenarnya adalah seruan untuk memulai konflik sipil bersenjata di wilayah Federasi Rusia dan menusuk dari belakang prajurit Rusia yang melawan pasukan Ukraina yang pro-fasis".
Sementara pasukan Wagner dilaporkan berada di garis depan dan mendalangi serangan Rusia di Ukraina, Prigozhin dalam beberapa bulan terakhir justru terlibat dalam perseteruan sengit dengan pimpinan militer Moskow.
Ia telah berulang kali menyalahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Valery Gerasimov, kepala staf umum, atas kematian pasukannya.
Baca juga: Diduga Disewa Putin, Ribuan Tentara Bayaran Wagner yang Terkenal Kejam Tiba di Ukraina
Desakan Rusia
Kementerian pertahanan Rusia membantah klaim Prigozhin tentang serangan terhadap pasukannya, dengan mengatakan pernyataan itu tidak sesuai dengan kenyataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-markas-grup-2-asal-rusia.jpg)