Breaking News:

Perang Rusia Vs Ukraina

Titik Balik Perang Rusia-Ukraina, Grup Wagner Berkhianat, Pimpin Kudeta dan Serang Pasukan Putin

Manuver mengejutkan Grup Wagner, kini justru serang Rusia untuk lakukan kudeta pimpinan militer.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Al Jazeera English
Ilustrasi markas Grup Wagner yang merupakan kelompok tentara bayaran asal Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Organisasi pembunuh bayaran Wagner Rusia memutuskan tak lagi ambil bagian dalam perang Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, pimpinan Wagner, Yevgeny Prigozhin (62) justru berbalik menyerang pasukan dari negaranya sendiri.

Bahkan, pasukan Wagner dilaporkan melakukan gerakan kudeta untuk menggulingkan pimpinan militer kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: Kepala NATO Berharap Serangan Baru Ukraina Bisa Buat Rusia Mau Bernegosiasi soal Perebutan Wilayah

Dikutip AFP, Kepala kelompok tentara bayaran Wagner mengatakan pada Sabtu (24/6/2023) bahwa dia telah menyeberang ke Rusia dengan pasukannya untuk menggulingkan kepemimpinan militer Moskow.

Prigozin membulatkan tekad dan menyatakan dia dan 25.000 pejuangnya siap mati untuk mencapai tujuan tersebut.

Wagner yang mempelopori banyak serangan Rusia di Ukraina, kini dikabarkan telah memasuki kota Rostov-on-Don di Rusia selatan dan menguasai situs militernya.

"Kami berada di dalam markas (tentara), sekarang jam 7:30 (0430 GMT)," kata Prigozhin dalam sebuah video di Telegram.

“Situs militer di Rostov, termasuk lapangan terbang, berada di bawah kendali,” tambahnya.

Baca juga: Lukiskan Kekejaman Grup Wagner di Medan Perang Ukraina, Eks Komandan Rusia: Menyesal sempat di Sana

Tentara bayaran Grup Wagner mengklaim telah berhasil menguasai pusat Kota Soledar, Ukraina, Selasa (10/1/2023).
Tentara bayaran Grup Wagner mengklaim telah berhasil menguasai pusat Kota Soledar, Ukraina, Selasa (10/1/2023). (Telegram / brussinf)

Prigozhin meminta warga Rusia untuk tidak mempercayai apa yang diberitahukan kepada mereka di televisi pemerintah tentang perang di Ukraina.

Ia membeberkan fakta di lapangan di mana Rusia sebenarnya telah menderita banyak kerugian.

"Sejumlah besar wilayah hilang. Tentara telah terbunuh tiga, empat kali lebih banyak daripada yang tertulis dalam dokumen yang ditunjukkan ke atas (kepemimpinan)," beber Prigozhin.

Video dan gambar yang diposting online, termasuk oleh kantor berita TASS, menunjukkan orang-orang bersenjata mengelilingi gedung administrasi di Rostov dan tank dikerahkan di pusat kota.

Tidak jelas siapa orang-orang bersenjata itu.

Sebelumnya, pihak berwenang Rusia juga telah mengatakan keamanan telah diperketat di beberapa daerah, dan walikota Moskow mengumumkan bahwa tindakan 'anti-teroris' telah diambil di ibu kota.

Dinas keamanan FSB Rusia menuduh Prigozhin mencoba melancarkan 'konflik sipil' dan mendesak pejuang Wagner untuk menahannya.

Halaman 1/3
Tags:
RusiaUkrainaWagnerVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved