Breaking News:

Terkini Daerah

Teriak Minta Tolong Temukan Istrinya Tewas, Pria di Pati Justru Gelisah saat Warga Lapor Polisi

Seorang pria di Pati histeris menemukan istrinya tewas dan berteriak minta tolong, namun gelisah saat ada warga lapor polisi.

Editor: Anung
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Suasana di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (15/6/2023), saat berlangsungnya proses autopsi jenazah Budiati (31), ibu tiga anak yang ditemukan tewas di rumahnya. 

"Dia bilang, saat mau melihat HP (ponsel) istrinya, dia dilarang. Hal ini membuat pelaku mencurigai istrinya punya selingkuhan," kata dia.

Pengakuan ayah korban sempat melihat anaknya menangis

Sementara itu ayah Budiati, Gunadi (61) bercerita bahwa putrinya dipukuli Mashuri pada Jumat (9/6/2023).

"Sabtu (10/6/2023) itu saya mengunjungi cucu-cucu saya untuk memberi uang jajan. Saat itu anak saya menangis sambil matanya melirik suaminya," kata Gunadi saat ditemui di kediamannya, Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana.

"Dia menangis sambil tangannya menekan bagian tubuhnya yang sakit. Ternyata dia dipukuli pada hari Jumat," tambah Gunadi.

Gunadi mengatakan sebelum diketahui Budiati telah meninggal, cucu-cucunya tidak mengetahui bahwa ibunya sudah tiada.

"Jadi selama hampir dua hari dua malam mereka terlantar. Makan apa saja yang ada di kulkas. Begitu makanan di kulkas habis ya sudah," kata dia.

Baca juga: Viral Penampakan Kampung di Bawah Kolong Tol, Miliki Fasilitas Lengkap Mulai Sekolah hingga Mushala

Menurut Gunadi, orang yang kali pertama mengetahui bahwa Budiati telah meninggal bukanlah Mashuri, melainkan Ketua RT setempat.

"Ketahuannya itu karena anak yang bayi nangis lama tidak diberi susu. Akhirnya RT setempat mendobrak dan melihat anak saya sudah meninggal dunia," kata dia.

"Setelah Pak RT datang, baru suami anak saya pura-pura datang dan bertanya-tanya apa yang terjadi dan teriak minta tolong. Dia juga takut waktu ada yang lapor polisi. Berarti kan dia punya kesalahan," jelas Gunadi.

Saat itu menurut Gunadi, Mashuri tampak gelisah.

Dia merokok satu-dua hisapan lalu rokoknya dibuang sebelum habis. Selain itu ia melihat Mashuri juga terus memegangi kepalanya.

Dari situlah Gunadi menaruh curiga.

Gunadi mengaku selama ini ia tak mengikhlaskan anaknya dinikahi oleh Mashuri karena pelaku menikahi korban secara siri.

"Anak saya itu sebelumnya punya suami sah waktu masih kerja di Jakarta. Belum pernah cerai tapi saat pulang ke Pati, kenal Mashuri, dia selalu didesak untuk menceraikan suaminya," ucap dia.

Halaman
123
Tags:
Patikekerasan dalam rumah tangga (KDRT)Suami aniaya istriKasus Pembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved