Berita Viral
Viral Curhatan Siswa SMP Minta Tolong ke Jokowi, Kajari Lahat Ungkap Kronologi Versi Lain
Viral seorang siswa SMP curhat meminta tolong kepada Jokowi karena dirinya telah menjadi korban intimidasi seorang oknum jaksa di Lahat.
Editor: Anung
Namun faktanya, apa yang disampaikan Kejari Lahat ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan AK dalam video dan Berlan kakaknya Akbar.
Saat dihubungi wartawan Sriwijaya Post, AK melalui Kakaknya Berlan, membenarkan adiknya membuat video aduan ke Presiden Jokowi yang kini viral tersebut.
Diungkapkan Berlan, ia dan keluarga merasa tidak mendapatkan keadilan dan merasa dipermainkan oleh pihak kejaksaan.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendapat ancaman dan intimidasi.
Diceritakan Berlan, kasus yang menimpa adiknya bermula 9 September 2022 di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat.
Saat itu, tepatnya Hari Jumat adiknya duduk seikitar 20 meter dari Masjid desa.
Tiba tiba, diduga HS memegang AK dan seketika menuduh adiknya tersebut mencuri uang Masjid.
Tak lama berselang, disampaikan Berlan datangla anaknya HS yakni JW yang langsung memukul dan mencekek adiknya tersebut.
"Atas kejadian itu adik saya mengadu ke saya dan kemudian kejadian itu sorenya kami laporkan ke Polres Lahat. Sore itu juga langsung visum, "sampainya.
Kasus tersebut kemudian bergulir di Polres Lahat.
Tanggal 8 Februari 2023, orang Tua Akbar dipanggil oleh pihak Kejaksaan.
Baca juga: Viral Oknum Jaksa di Batubara Sumut Diduga Peras Keluarga Tersangka Rp 80 Juta, Begini Nasibnya
"Datanglah bapak, ibu dan saya ke Kejaksaan. Tapi pas di kejaksaan saya gak dibolehin masuk ke ruang Jaksa yakni SD, "ujarnya.
Pas didalam ruang SD itulah, kata Berlan kedua orang tuanya diintemidasi dengan meminta agar pihak keluarga kami mau berdamai.
Tak hanya itu, jaksa SD mengancam kalau AK akan dipenjara lantaran terlapor juga melaporkan AK.
"Mengancam AK akan dipenjara jika tidak berdamai. Kami gak mau berdamai. Pelapor juga melaporkan adik saya dengan alasan digebuk oleh adik saya, "sampainya.