Liga 1
Sudah saatnya Semeton Ikhlas Teco Stay, Ini Kode Kuat Bali United Tak akan Ganti Pelatih
Bali United kemungkinan besar tidak akan menggantikan posisi Stefano Cugurra Teco meski menerima banyak desakan dari para suporter.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tak akan mudah bagi manajemen Bali United untuk menentukan sikap mempertahankan Teco di tengah hujatan para suporter atau menggantinya dengan wajah baru.

Sebelumnya diberitakan, kemarahan Semeton tak terbendung seusai Borneo FC mempermalukan Bali United dengan skor akhir 5-1 saat bertanding di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (3/4/2023) malam.
Kekecewaan suporter Serdadu Tridatu bermuara terhadap membesarnya desakan kepada manajemen Bali United untuk segera mengganti Stefano Cugurra Teco yang sampai saat ini masih menjabat sebagai kepala pelatih Bali United.
Dikutip TribunWow, kekecewaan ini tampak jelas dalam akun Instagram CEO Bali United, Yabes Tanuri yakni Instagram @yabestan yang menjadi target bulan-bulanan Semeton.

Baca juga: Persija Potensi Rombak Skuad Asing di Musim 2023/2024: Hanya 1 Pemain Dikabarkan Aman, Kudela?
Unggahan terakhir Yabes Tanuri pada 7 Desember 2022 silam dipenuhi oleh komentar-komentar baru seusai Bali United dipermalukan 5-1.
"Lapor pak, teco teco apa yang bisa bikin seneng? #Tecoout," tulis @xysunrisee_.
"Huftt 5-1 gaada niatan out??" ujar @trulyzxq.
"MINIMAL KICK TECO LAH, MISKIN TAKTIK KALAH MEGENEP HAHA BALI UNITED YG DULUNYA NYAKCAK LAMA KELAMAAN BADUT LIGA 1," kata @_lanangjr.
"Pecat tecoo puakkkk," tulis @dwipayaaana.
Sebagai informasi, Yabes Tanuri sudah mengetahui desakan para suporter untuk mengganti Teco.
Namun kala itu, Yabes Tanuri menjelaskan bahwa jeleknya performa Bali United harus dievaluasi secara keseluruhan, termasuk dari segi pemain.
Dikutip dari TribunBali, Yabes Tanuri juga mengungkit manajemen turut perlu melakukan evaluasi.
“Kami sudah melakukan evaluasi, bukan hanya Coach Teco saja, tetapi evaluasi juga kami lakukan terhadap pemain dan termasuk di jajaran manajemen. Evaluasi kami lakukan tiap pertandingan dan tiap bulannya,” ujar Yabes Tanuri, Rabu (8/2/2023) lalu.
Teco sendiri pernah berkomentar bahwa kebijakan kerap mengganti pelatih justru berdampak negatif terhadap tim.
“Di Indonesia saya lihat banyak tim ganti pelatih, ada tim dalam satu musim sampai 3 pelatih. Meskipun Liga tidak ada degradasi, waktu ada degradasi mungkin bisa ganti 5 pelatih, saya pikir kadang - kadang tidak bagus buat tim,” ujar Teco kepada Tribun Bali pada Minggu 5 Maret 2023.
(TribunWow.com/Anung)
Baca juga berita lain terkait Liga 1