Berita Viral
Kasus Viral AKBP Achiruddin Hasibuan Tonton Anaknya Brutal Aniaya Mahasiswa, Malah Cegah yang Lerai
Heboh video penganiayaan yang dilakukan anak perwira polisi di Medan, Sumatera Utara.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Setelah Mario Dandy Satriyo, kini media sosial tengah dihebohkan dengan viralnya video penganiayaan yang dilakukan anak perwira polisi, Aditya Hasibuan.
Dilansir TribunWow.com, Aditya Hasibuan secara membabi buta menganiaya seorang mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara, bernama Ken Admiral.
Ironisnya, aksi penganiayaan itu disaksikan langsung oleh ayah Aditya Hasibuan, AKBP Achiruddin Hasibuan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Achiruddin bahkan membiarkan anaknya menganiaya korban.
Baca juga: Kumpulan Fakta Video Viral Anak Perwira Polisi Aniaya Pemuda di Medan, Jabatan Ayah Pelaku Dicopot?
Kasus ini telah bergulir dan Aditya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan Achiruddin juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kaur Bin Ops Satnarkoba Polda Sumatera Utara.
Dirkrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Sumaryono mengatakan penganiayaan itu dipicu masalah asmara.
"Ini perkara saling lapor. Bermula dari chatting-an antara pelapor Ken Admiral dengan terlapor AH," ungkap Sumaryono, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (26/4/2023).
"Pelapor menanyakan kepada terlapor apa hubungan saudara terlapor dengan teman pelapor berinisial D (perempuan)."
Penganiayaan berlangsung pada 21-22 Desember 2022 lalu.
Berdasarkan pengakuan korban, pada 21 Desember 2022 sekira pukul 22.00 WIB, Aditya Hasibuan tiba-tiba menyetop kendaraannya di SPBU Jalan Ring Road Medan.

Baca juga: Disebut Rafael Jilid 2, Viral Foto Rumah dan Gaya Hedon Polisi Medan yang Anaknya Aniaya Mahasiswa
Saat itu, Aditya langsung menghajar pelipis kanan korban sebanyak tiga kali.
Tak hanya itu, ia turut menendang spion mobil korban dan pergi begitu saja.
Keesokan harinya, tepatnya pada 22 Desember 2022 sekira pukul 02.30 WIB, korban bersama dua temannya menyambangi rumah Aditya di Jalan Karya Dalam, Medan.
Korban saat itu bermaksud menyelesaikan permasalahan dan perusakan mobil.