Terkini Daerah
Kronologi Siswi SMP di Polman Dirudapaksa 5 Pria, Korban Dijebak Dibawa ke Rumah Kosong
Dari 5 pelaku yang melakukan rudapaksa terhadap korban, 1 di antaranya ternyata sudah lama kenal dengan korban.
Editor: Anung
TRIBUNWOW.COM - Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial S (15) dirudapaksa secara bergiliran oleh lima pria di sebuah rumah kosong di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Dari lima pelaku, satu di antaranya ternyata sudah lama mengenal korban.
Dikutip TribunWow dari TribunSulbar, pelaku yang mengenali korban ini kemudian menjebak korban mengajak korban ke sebuah rumah kosong.
Baca juga: Pria Mamuju Coba Rudapaksa Teman yang Disukai sejak Kuliah, Pemilik Kos sempat Datang Dobrak Pintu
Di rumah kosong tersebut sudah menunggu pelaku lainnya yang ikut merudapaksa korban.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, tiga dari lima pelaku masih di bawah umur yakni berusia 17 tahun, sementara itu dua pelaku yang dewasa berusia 20 tahun.
Saat ini mereka masih dalam tahap penyidikan di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Polman, Kamis (13/4/2023).
"Lima pelaku sudah kami amankan, tiga diantaranya masih di bawah umur, sisanya usia 20 tahunan," ujat Kanit PPA Satreskrim Polres Polman, Ipda Mulyono saat ditemui di ruangannya.
Saat korban hendak pulang kerumahnya di Desa Mombi, Kecamatan Alu, ia meminta di jemput pelaku.
Salah satu pelaku pun menjemput, namun tidak dibawa pulang, melainkan ke rumah kosong.
"Tiga pelaku lainya sudah menuggu di jembatan, saat korban datang lalu dirayu ke rumah kosong itu," lanjutnya.
Baca juga: Diduga Lecehkan Muridnya, Kepsek SMP di Jepara Tanya Siswinya Cara Buat Anak hingga soal Alat Vital
Disebuah rumah salah satu pelaku yang kosong itulah, kata Mulyono, korban disetubuhi secara bergantian.
Saat malam tiba, salah satu pelaku pun mengantar korban ke jalan dekat rumahnya.
Peristiwa pemerkosaan itu terjadi pada pukul 23.00 Wita, Minggu (26/3/2023) lalu, namun baru terungkap.
Mulyono mengatakan empat hari setelah kejadian, keluarga korban curiga melihat tingkah lakunya.
Bahkan korban sempat pendarahan dan akhirnya mengaku kepada pihak keluarga.