Anak Pejabat Pajak Aniaya Remaja
Ternyata Cleaning Service, Pemilik Rubicon Mario Dandy Dikabarkan Kerja di Inafis Mabes Polri
Terungkap bahwa nama pemilik Jeep Rubicon Mario Dandy berprofesi sebagai cleaning service.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa nama yang tercantum sebagai pemilik Jeep Rubicon tersangka Mario Dandy Satriyo (20) bekerja sebagai cleaning service.
Dilansir TribunWow.com, fakta ini diperoleh saat KPK melacak harta ayah Mario Dandy, pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rafael Alun Trisambodo.
Pihaknya pun menemukan klaim janggal Rafael yang mengatakan mobil tersebut dibeli dari Ahmad Saefudin alias AS yang tinggal di dalam gang kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Baca juga: Bocoran Pemeriksaan Rafael Trisambodo, Bahas Rubicon hingga Kos-kosan di Jaksel Atas Nama Dandy
Saat dikonfirmasi pada Jumat (3/3/2023), Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan telah memperoleh info mengenai pekerjaan AS.
Pihaknya membenarkan bahwa AS yang disebut mampu membeli Rubicon harga miliaran, ternyata bekerja sebagai cleaning service.
"Waktu timku ke lapangan fakta ini sudah kami dapatkan," beber Pahala dikutip Kompas.com.
Baca juga: Shane Lukas Ungkap Kesaktian Mobil Rubicon Mario Dandy, Bisa Keluar Masuk Tol Tanpa Bayar
Ia lantas menceritakan pengakuan Rafael yang menyebut mobil tersebut benar sudah dibelinya, namun dijual lagi ke kakaknya.
Akan tetapi oleh sang kakak, Rubicon tersebut lantas diberikan ke Mario Dandy sehingga kerap dikendarai, bahkan saat melakukan penganiayaan pada D (17).
Adapun mobil yang menunggak pajak itu kini disita kepolisian sebagai barang bukti.
"Menurut Beliau, itu sudah dibeli dan dijual kembali ke kakaknya. Lalu, oleh kakaknya dibolehkan dipakai Mario,"kata Pahala.
"Jadi belum dibalik nama. Kita percaya apa enggak? Ya enggak," tandasnya.
Pernyataan senada disampaikan Ketua RT kawasan Mampang Prapatan, Kamso Badrudin.
Ia merasa tak yakin bahwa AS yang sehari-hari hidup sederhana, mau membeli mobil mewah tersebut.
Dibeberkan bahwa AS sebelumnya diketahui bekerja sebagai office boy di Inafis Mabes Polri.
"Pekerjaan terakhir dia bekerja di inafis di mabes polri. Itu yang saya dapat info dari AS. Sebagai honorer, bukan yang sifatnya penting banget," kata Kamso dikutip Tribunnews.com.
"Terkait unit mobil Rubicon itu yang juga tahu harganya sangat fantastis, saya sekali lagi menyatakan itu tidak masuk akal bahwa saudara AS memiliki satu unit Rubicon."
Baca juga: Ketua RT Kaget, Pemilik Rubicon yang Dipamerkan Mario Dandy Penerima BLT, Biasa Pakai Motor Butut
Kejanggalan Rubicon dan Motor Gede Mario Dandy
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melacak asal usul Jeep Rubicon dan motor Harley Davidson yang sempat dipamerkan tersangka penganiayaan Mario Dandy Satriyo (20).
Dilansir TribunWow.com, kendaraan putra pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo tersebut ternyata tercatat bukan atas nama Mario Dandy ataupun ayahnya.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan membeberkan sejumlah kejanggalan yang ditemukan pihaknya.
Baca juga: Shane Lukas Ungkap Kesaktian Mobil Rubicon Mario Dandy, Bisa Keluar Masuk Tol Tanpa Bayar
Saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2023), Pahala mengklaim kendaraan Rubicon yang ditumpangi Mario Dandy diatasnamakan pada orang lain.
Anehnya, orang tersebut tinggal dalam rumah yang berada di dalam gang.
KPK pun menyangsikan bahwa orang yang tercatat merupakan pemilik asli mobil berharga miliaran rupiah tersebut.
"Benar bahwa itu memang bukan atas nama yang bersangkutan, STNK dan BPKB-nya. Kita datangi alamat yang kita punya. Itu gang di daerah Mampang (Jakarta). Orangnya sudah pergi tapi itu alamat dalam gang. Jadi kita pikir ini tidak mungkin dia punya itu," ungkap Pahala dikutip Tribunnews.com.
Baca juga: Lihat Video Viral Penganiayaan oleh Mario Dandy Anak Pejabat Pajak, Hotman Paris: Benar-benar Sadis!
Ketika dimintai keterangan, Rafael mengakui membeli mobil tersebut, namun kemudian menjualnya pada sang kakak.
Tidak diketahui mengapa Rubicon itu masih digunakan Mario Dandy dan bahkan dikendarai saat melakukan penganiayaan pada D (17) anak pengurus GP Ansor.
"Jadi yang di gang dia beli. Dia jual lagi ke kakaknya. Jadi kita bilang, ya sudah kasih unjuk aja dokumennya, nanti dia akan bawakan. Itu yang Rubicon," lanjutnya.
Terkait moge yang kerap dipamerkan Mario Dandy, pihak KPK masih kesulitan melakukan penelusuran.
Pasalnya, motor mewah tersebut tak dipasangi plat nomor, sementara KPK belum diperlihatkan dokumen terkait kepemilikan moge tersebut.
"Yang Harley Davidson karena nggak ada plat nomornya, kita juga nggak bisa cari kemana-mana. Biasanya kita ke Samsat, impor dari mana, kapan, bisa kita cari. Kita cari yang paling sederhana aja, STNK-BPKB," tandas Pahala.
Diketahui, kasus penganiayaan oleh Mario Dandy terhadap D, turut membuat gaya hidup pemuda tersebut disorot.
Apalagi setelah polisi membeberkan bahwa mobil Jeep Rubicon yang dikendarai Mario Dandy berplat palsu dan nunggak pajak.
Ternyata, mobil dan motor yang kerap dipamerkan Mario Dandy di media sosial, tidak tercantum dalam daftar kekayaan pejabat atau LHKPN.(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/g-dipamerkan-mario-dan.jpg)