Persib Bandung
Mantan Pemain Persib Bandung asal Singapura Resmi Pensiun, Ternyata Pernah Punya Kenangan Buruk
Mantan penyerang Persib Bandung asal Singapura resmi umumkan gantung sepatu di usia 39 tahun.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Perubahan kursi pelatih itu lah yang membuat performa Shahril Ishak akhirnya tak sepenuhnya keluar.
Mengingat, sosok pelatih penggantinya yakni Jovo Cuckovic, memiliki kendala bahasa yang pada akhirnya membuat komunikasinya tak maksimal.
"Jovo parah, anak-anak semua pusing, sebab dia tidak bisa bicara bahasa. Anak-anak sudah pusing, dengan apa yang diinginkan Jovo di latihan," ujar Shahril. "Kalau saya ingat, kami latihan passing terus. Dia ada kendala bahasa, jadi anak-anak pun tidak paham, saya sendiri tidak paham apa yang dia mau," kata dia.
"Kalau saya ingat, kami latihan passing terus. Dia ada kendala bahasa, jadi anak-anak pun tidak paham, saya sendiri tidak paham apa yang dia mau," kata dia.
Sempat ada asa performa Shahril Ishak meningkat saat ada pergantian pelatih ke Daniel Rukito, namun kenyataannya, performa sang pemain tetap tak keluar maksimal.
Shahril Ishak malah justru jarang mendapatkan tempat utama di Persib Bandung ketika dilatih Daniel Rukito.
Baca juga: Road to Champions Liga 1 2022: PSM Makassar di Atas Angin, Nasib Persib Bandung dan Persija Jakarta?
Daniel Rukito memilih untuk memaminkan pemain orbitan Persib Bandung yakni Eka Ramdani.
Singkat cerita, performa tak apik yang tak kunjung keluar akhirnya membuat Shahril Ishak memilih mundur dari Persib Bandung.
Alasannya, ia akan sulit berkembang jika tetap memutuskan untuk bersama Persib Bandung.
"Saya waktu itu setengah musim saja di Persib, tetapi saya tidak dibuang tim. Saya memilih mundur. Waktu itu saya diskusi sama Pak Haji Umuh, di rumahnya. Saya bicara baik-baik dengan beliau. Terus sudah bicara dengan Pak Haji Umuh lalu Pak Haji Umuh bebaskan saya dan saya pun pergi," kata Shahril.
Meski memiliki kenangan buruk bersama Persib Bandung, Shahril Ishak mengaku tak akan pernah lupa dengan kiprahnya di Kota Kembang.
"Ya, saya tidak pernah lupa Persib. Biar bagaimana Persib tetap tim terbaik untuk saya. Saya juga masih mengikuti perkembangan mereka. Saya juga punya beberapa teman di Bandung, dan sampai sekarang masih sering berkomunikasi dengan mereka," tutur Shahril. (TribunWow.com/Adi Manggala S)
Sebagian artikel ini telah diolah TribunWow.com dari Kompas.com dengan judul Shahril Ishak, Bintang Singapura yang Datang ke Persib pada Saat Tak Tepat