Terkini Daerah
Fakta Penembakan Eks DPRD Langkat: Pelaku 2 Kali Gagal Bunuh Korban, Motif, hingga Sewa Eksekutor
Kasus penembakan yang menewaskan mantan Anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, Paino, kini akhirnya terungkap, berikut faktanya.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kasus penembakan yang menewaskan mantan Anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, Paino, kini akhirnya terungkap.
Pembunuhan Paino ini rupanya didalangi oleh Tosa Ginting atau Luhur Sentosa Ginting, yang sekarang sudah berhasil ditangkap Polda Sumut.
Tak hanya Tosa, aparat juga menangkap para pelaku pembunuhan lainnya.
Baca juga: Fakta Baru Kecelakaan Mobil Dinas DPRD Jambi: Kondisi si Wanita Tanpa Busana hingga Sosok Pengemudi
2 Kali Gagal Bunuh Korban
Sebelum penembakan terjadi, Tosa rupanya telah dua kali melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban, akan tetapi gagal.
Rencana pembunuhan pertama ini direalisasikan pada 20 Januari 2023 lalu, namun gagal.
Dikutip dari Tribun-Medan.com, saat itu, Paino akan dibunuh menggunakan senjata tajam di sebuah warung.
Namun, aksi pembunuhan tersebut gagal karena lokasi tersebut ramai warga.
Lalu, yang kedua berselang seminggu kemudian, tepatnya Kamis (26/1/2023).
Sekitar pukul 19.00 WIB, para pelaku mengejar Paino yang sendirian mengendarai motor.
Aksinya gagal karena Paino berhasil ngebut dengan motornya.
Beberapa jam berselang, percobaan ketiga juga akan dilakukan dan nyaris gagal karena lokasi Paino saat itu ramai warga.
Lalu para pelaku mengatur rencana untuk mencegat Paino di tengah jalan saat akan pulang.
Tosa pun memerintahkan tiga orang pemantau yang tak berada tak jauh dari lokasi Paino.
Saat Paino beranjak dari lokasi, Tosa dikabari oleh tiga orang tersebut.
Tosa lantas menghubungi Dedi Bangun menggunakan handy talky.
Baca juga: Ricky Rizal Divonis 13 Tahun Penjara, Berikut Hal yang Memberatkan dan Meringankan Ajudan Sambo
Dedi pun bergegas mencegat Paino lalu setelah korban berhenti, Dedi lantas menembak dada korban dengan jarak kurang lebih 30 sentimeter.
"Ketika korban melinas ini dilakukan penembakan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Senin (13/2/2023).
Setelah melakukan aksi pembunuhan, para tersangka melarikan diri ke berbagai wilayah.
Eksekutor Dibayar Rp10 Juta
Total ada lima orang yang diamankan Polda Sumut, yakni Tosa Ginting, Dedi Bangun, Heriska Wantenero, Persadanta Sembiring, dan Sulhanda.
Eksekutor yang menembak Paino adalah Dedi.
Mengutip Tribun-Medan.com, dari pengakuannya, Dedi dibayar Rp10 juta untuk menembak mati Paino.
Motif Pembunuhan
Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kapolda Sumut mengungkapkan, pembunuhan direncanakan oleh Tosa Ginting.
Tosa merasa bisnisnya sebagai agen sawit tersaingi oleh korban.
"Usaha keluarga pengumpulan kelapa sawit yang diambil dari para petani itu kemudian merasa semakin tidak baik kondisi usahanya karena persaingan, dan korban ini sebagai pesaingnya akhirnya melakukan kegiatan yang mengakibatkan pembunuhan dengan cara menembak korban," kata Irjen Panca, Senin (13/2/2023).
(Tribunnews.com, Renald)(Tribun-Medan.com, Fredy Santoso/Muhammad Anil Rasyid)
Berita terkait Kasus Pembunuhan Lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Baru Penembakan Mantan Anggota DPRD Langkat, Pelaku Susun Rencana Pembunuhan Sebanyak 3 Kali
Sumber: Tribunnews.com
Ajak Masyarakat Desa di Klaten Sadar Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Buat Plangkat & Pojok Tanam |
![]() |
---|
Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan Warga, Mahasiswa KKN 68 UNISRI Gelar HUT ke-80 RI di Desa Manjung |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN 68 UNISRI Tata Kelola Perpustakaan SD 2 Manjung demi Tingkatkan Minat Baca Siswa |
![]() |
---|
Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Public Speaking untuk Siswa SD |
![]() |
---|
Modal HP Pribadi, Mahasiswa KKN Unisri Bantu Promosikan Wisata di Desa Manjung |
![]() |
---|