Gempa di Turki
Viral Jumlah Korban Tewas Gempa Turki dan Suriah Meningkat hingga 20 Ribu Jiwa, WHO Beri Peringatan
Jumlah korban tewas akibat gempa di Turki dan Suriah meningkat hingga 20 ribu jiwa.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Turki dan Suriah, Senin (6/2/2023) meningkat hingga mencapai 20 ribu orang.
Dilansir TribunWow.com, hingga saat ini tim penyelamat masih berusaha mengevakuasi korban dari puing-puing.
Di sisi lain, kondisi beku mengancam nyawa ribuan orang yang selamat yang kini harus bertahan tanpa tempat berlindung, air dan makanan.
Baca juga: Viral Siswa SD Papua Berdoa Bersama Minta Gempa Jayapura Dihentikan, Sebut Tak Mau seperti Turki
Menurut data terbaru pada Kamis (9/2/2023) yang dikutip dari BBC, tercatat 17.600 orang tewas di Turki dan jumlah korban tewas sedikitnya 3.377 di Suriah.
Diketahui, korban tewas melampaui lebih dari 17 ribu orang ketika gempa serupa melanda Turki barat laut pada tahun 1999.
Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menyebut gempa itu sebagai 'bencana abad ini'.

Baca juga: Terjebak di Balik Reruntuhan, Korban Gempa Turki Kirimkan Voice Note Haru ke Jurnalis, Ini Isinya
Pada hari Kamis, Bank Dunia menjanjikan 1,78 miliar USD bantuan ke Turki termasuk pembiayaan segera untuk membangun kembali infrastruktur dasar dan untuk mendukung mereka yang terkena dampak gempa bumi.
Namun upaya 100 ribu atau lebih personel penyelamat di lapangan terhambat oleh sejumlah rintangan logistik termasuk kekurangan kendaraan dan jalan yang rusak.
Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan seluruh bencana itu masih terbentang di depan mata.
Terutama di Suriah, di mana perang saudara yang berkepanjangan telah menghancurkan negara itu.
Puluhan ribu orang di seluruh Turki dan Suriah terpaksa menghabiskan malam keempat berlindung dari suhu dingin di tempat penampungan darurat.
Resat Gozlu, seorang penyintas di tenggara Turki yang sekarang tinggal di lantai kompleks olahraga bersama keluarganya, mengatakan petugas penyelamat baru datang tiga hari setelah gempa.
Dia mengatakan banyak yang masih terperangkap di bawah reruntuhan dan yang lainnya meninggal karena hipotermia.
"Jika ini terus berlanjut, akan ada masalah kesehatan dan penyakit yang serius," kata Gozlu.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bencana kemanusiaan kedua akan terjadi kecuali para penyintas dapat memperoleh akses ke tempat berlindung, makanan, air, dan obat-obatan dengan sangat cepat.