Gempa di Turki
Cerita Warga Turki soal Detik-detik Gempa Dahsyat Runtuhkan Gedung, Terasa seperti 'Hari Akhir'
Warga Turki mengungkap detik-detik gempa yang ia sebut mirip seperti 'Hari akhir'.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Di tengah hujan, warga Turki yang selamat dari gempa menggali puing-puing dengan harapan dapat menemukan orang-orang terkasih yang terperangkap di balik reruntuhan bangunan.
Dilansir TribunWow.com, hingga saat ini gempa Magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki telah menewaskan lebih dari 4.300 orang.
Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring dengan pencarian yang terus dilakukan.
Baca juga: Cerita WNI di Turki saat Gempa Dahsyat Terjadi, Terjebak dan Berlindung di Bawah Meja
“Ada keluarga yang saya kenal di bawah reruntuhan,” kata Omer El Cuneyd, warga setempat yang berdiri di tengah kota Sanliurfa yang hancur akibat gempa, dikutip dari Theguardian.
“Sampai jam 11 siang, teman saya masih menjawab telepon. Tapi dia tidak lagi menjawab."
"Dia ada di bawah sana. Saya pikir baterainya habis, ”katanya.
Baca juga: Lebih dari 4.300 Orang Tewas akibat Gempa Turki, Dokter Suriah sampai Gilir Ventilator untuk Pasien
Di jalan, ramai mobil membawa warga yang trauma akibat gempa menjauh dari lokasi kejadian.
Terlihat pula keluarga yang putus asa berjalan di tengah hujan sembari membawa barang-barang mereka yang ditumpuk di kereta dorong bayi.
Mereka mencari tempat berlindung untuk bermalam.
Bencana tersebut menghancurkan ribuan bangunan di Turki dan Suriah.
Gempa dahsyat itu juga melukai puluhan ribu dan menyebabkan sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya terperangkap di bawah puing-puing bangunan.
Bencana gempa ini memberikan dampak luar biasa untuk Turki dan Suriah.

Baca juga: Viral Foto Anjing Disebut Temukan Korban Gempa Turki, Dipastikan Hoaks, Begini Fakta Sebenarnya
Di salah satu jalan raya utama di sebuah kota di Turki bernama Sanli Urfa, puluhan penyelamat mencari korban di antara sisa-sisa bangunan.
Di sekelilingnya, sejumlah orang mencoba mengangkat lempengan besar puing beton dan berharap menemukan tanda-tanda kehidupan.
Seorang penyelamat mengatakan dia dan teman-temannya akan tinggal di lokasi reruntuhan bangunan sepanjang malam, meski turun salju dan hujan