Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Beri Sinyal Tak Takut Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina? Jubir Presiden Rusia Menjawab
Putin memberikan sinyal akan menggunakan senjata apapun untuk melawan Ukraina dan negara-negara barat yang terus mengirimkan senjata.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Kemudian untuk mempertahankan kemenangan, tank juga harus dibantu oleh pasukan infantri.
Tetapi tank sendiri sebenarnya sangat efektif jika digunakan untuk bertahan dari serangan musuh.
Ukraina sendiri telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan hanya diam menunggu serangan Rusia namun akan bergerak agresif merebut kembali wilayah mereka.
Sebelumnya diberitakan, Jerman pada Rabu (25/1/2023) mengonfirmasi akan mengirimkan bantuan tank tempur Leopard 2 kepada Ukraina untuk membantu melawan pasukan militer Rusia.
Kini Ukraina telah mendapat tank yang mereka inginkan, pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tersebut mulai meminta dikirimi pesawat jet tempur.
Dikutip TribunWow dari aljazeera, permintaan pesawat jet tempur ini disuarakan oleh penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Yuriy Sak.
Baca juga: Zelensky Janjikan Pengusaha AS Keuntungan Besar Lewat Bisnis Senjata hingga Pertahanan di Ukraina
"Tantangan selanjutnya adalah jet tempur," ujar Sak.
Sak menjelaskan jika Ukraina memeroleh jet tempur maka kekuatan mereka di medan perang akan menjadi sangat besar.
Sak juga menyampaikan mereka ingin dikirimi F-16 hingga jet tempur generasi keempat.
Sebagai informasi, saat ini armada jet tempur Ukraina adalah pesawat peninggalan era Uni Soviet.
Soal bantuan jet tempur ini, Sak optimis negara-negara barat pasti akan memberikannya.
Ia kemudian mencontohkan bagaimana negara-negara barat awalnya tidak mau memberikan artileri berat tetapi sekarang sudah bersedia.
Sak menerangkan, selain senjata nuklir, negara-negara barat pasti akan mengirimkan bantuan senjata yang lainnya.
Di sisi lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz tegas menyatakan tidak akan pernah memberikan jet tempur sebagai bantuan untuk Ukraina.
Scholz turut menekankan bahwa tentara NATO sampai kapanpun tidak akan ikut campur dalam konflik di Ukraina.
Baca juga: Jerman dan AS Siap Kirim Tank Tempur Berat ke Ukraina setelah Permintaan yang Pernah Disinggungkan
