Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menteri Putin Sebut Ada Negara Tetangga akan Jadi Ukraina Jilid 2 yang Musuhi Rusia

Menlu Rusia Sergey Lavrov mencurigai ada negara tetangganya yang akan mengikuti jejak Ukraina menjadi anti Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube Guardian News
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Kamis (2/2/2023). Menteri Putin Sebut Ada Negara Tetangga akan Jadi Ukraina Jilid 2 yang Musuhi Rusia 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mencurigai ada negara tetangga yang akan menjadi negara Ukraina jilid 2.

Lavrov menyampaikan negara tetangga ini akan merupakan negara pecahan Uni Soviet yang akan ikut memusuhi Rusia seperti Ukraina.

Dikutip TribunWow dari rt, Lavrov menjelaskan bahwa negara-negara barat saat ini telah mencampuri internal pemerintahan di Moldova.

Baca juga: Ukraina Mulai Kewalahan Hadapi Gempuran Rusia dari Berbagai Arah, Pasukan Elite Terus Berdatangan

Menurut keterangan Lavrov, Presiden Moldova saat ini yakni Maia Sandu adalah boneka negara barat yang siap tunduk pada aliansi Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini disampaikan oleh Lavrov dalam sebuah wawancara dengan media Rusia pada Kamis (2/2/2023).

Lavrov menyampaikan, Presiden Moldova saat ini dipasang oleh negara barat melalui cara kotor yang tidak demokratis.

Diketahui, sejak terpilih pada tahun 2020, Maia Sandu terus mengambil kebijakan politik yang pro barat.

Moldova sendiri telah diberikan status kandidat Uni Eropa pada tahun 2022.

Moldova juga aktif bekerjasama dengan NATO, mengirimkan pasukan militer mereka ke Kosovo.

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Minggu (5/6/2022), berikut adalah lima skenario potensial perkembangan perang Rusia-Ukraina.

1. Gesekan Terus Berlanjut

Perang ini mungkin berlanjut selama berbulan-bulan, jika tidak bertahun-tahun.

Momentum bergeser ke sana kemari karena kedua belah pihak sama-sama mendapat untung dan rugi.

Tidak ada kubu yang mau menyerah.

Penampakan tentara Rusia di Soledar dihujani serangan oleh tentara Ukraina.
Penampakan tentara Rusia di Soledar dihujani serangan oleh tentara Ukraina. (YouTube The Telegraph)

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai dia bisa mendapatkan keuntungan dengan menunjukkan kesabaran.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved