Breaking News:

Terkini Daerah

Bantah Terlibat Perampokan, Eks Wali Kota Blitar Samanhudi Bongkar Hubungan dengan Walkot Santoso

Pihak mantan wali kota Blitar Samanhudi membantah motif dendam dan menolak diklaim terlibat perampokan di rumah dinas walkot Santoso.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Istimewa/ Tribunnews.com
Foto Wali Kota Blitar Santoso (kiri) dan M Samanhudi Anwar, mantan Wali Kota Blitar yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus perampokan. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak tersangka M. Samanhudi Anwar, mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, membantah terlibat perampokan di rumah dinas Walkot Blitar, pada Senin (12/12/2022).

Dilansir TribunWow.com, pengacara Samanhudi, Joko Trisno menilai ada rekayasa yang disengaja dalam kesaksian pelaku perampokan Mujiadi (54).

Ia pun membantah motif dendam dan menuturkan hubungan antara Samanhudi dengan Wali Kota Blitar saat ini, Santoso.

Baca juga: Ternyata Lebih Kaya, Apa Motif Samanhudi Dalangi Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso?

Sebagaimana diketahui, Samanhudi ditangkap lantaran diduga mengotaki perampokan di rumah dinas yang ditinggali Santoso berserta istrinya.

Ia diduga berkomplot dengan Mujiadi, Asmuri (54), Ali (57), dan dua tersangka lain yang masih dalam pengejaran, Okky Suryadi (35), dan Medy Afriyanto (35).

Komplotan tersebut diduga kenal saat sama-sama mendekam di Lapas Sragen, Jawa Tengah, di mana Samanhudi ditahan lantaran terlibat kasus suap.

Namun, Samanhudi mengaku tidak mengenal Mujiadi dan hanya beberapa kali bertemu Mujiadi di dalam masjid Lapas.

"Tidak. (Hanya kenal Mujiadi) itu pun karena ditunjukkan fotonya (saat pemeriksaan). Jadi tidak kenal nama. Apa kenal sama orang ini, 'iya tahu' tapi tidak kenal. Karena sering ketemu (Mujiadi) sering bersihkan masjid. Dan Samanhudi sering di masjid," terang Joko dikutip dari Surya.co.id, Senin (30/1/2023).

Wali Kota Blitar Santoso memberi keterangan setelah rumahnya disatroni perampok. Dalam kesempatan tersebut, Santoso mengungkap fakta uang Rp 400 juta yang dirampok ternyata untuk cicil utang kampanye.
Wali Kota Blitar Santoso memberi keterangan setelah rumahnya disatroni perampok. Dalam kesempatan tersebut, Santoso mengungkap fakta uang Rp 400 juta yang dirampok ternyata untuk cicil utang kampanye. (Surya.co.id/Istimewa)

Baca juga: Kesaksian Wali Kota Blitar yang Dirampok, CCTV Rekam Ada Orang Bukakan Pintu Gerbang untuk Pelaku

Ia juga menampik keterangan Mujiadi yang menyebut Samanhudi memiliki dendam dengan Santoso.

Santoso yang kini menjadi wali kota disebut Mujiadi sebagai orang yang membuat Samanhudi dipenjara.

Namun, Joko menegaskan bahwa Samanhudi dan Santoso masih berhubungan baik.

Bahkan, Santoso sempat menjenguk mantan atasannya tersebut saat masih dipenjara.

"Ada satu bahasa Mujiadi itu yang tidak pas sekali. Dikatakan bahwa Pak Samanhudi bercerita sakit hati pada tahun 2018, karena yang menyemplungkan Pak Santoso," tegas Joko.

"Itu tidak benar. Di 2018, hubungannya baik sekali. Sampai 2020, Pak Santoso dan Pak Samanhudi, baik sekali. Saya tahu."

Joko mencium ada kebohongan yang disampaikan Mujiadi diduga untuk mengadu domba sang mantan wali kota dan wali kota saat ini.

Halaman
123
Tags:
BlitarJawa TimurPerampokanSamanhudi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved