Terkini Daerah
Paksa Bocah Lakukan Hal Mesum di Toilet Bandara Ngurah Rai Bali, Masa Lalu Dosen Asal NTT Disorot
Pihak kepolisian buka suara soal sosok dosen asal NTT yang melakukan pencabulan terhadap bocah berusia 13 tahun.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Seorang dosen asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Ferdinandus Bele Sole tega memaksa bocah berinisial SK (13) melakukan hal mesum di toilet Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
Tak hanya dipaksa melakukan hal mesum, korban juga dicabuli oleh pelaku hingga mengalami trauma sempat terdiam ketakutan di dalam toilet bandara.
Dikutip TribunWow dari Tribun-Bali, kini terungkap ternyata pelaku menyimpan masa lalu kelam.
Baca juga: Fakta Bocah TK Digilir 3 Anak SD di Mojokerto, Dilakukan selama Setahun hingga Masih 1 Keluarga
Pelaku diketahui dulunya pernah menjadi korban pencabulan.
“Sebelumnya pernah menjadi korban,” ujar Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Ni Luh Kompiang Srinadi kepada Tribun Bali, Rabu (25/1/2023).
Kendati demikian tak dijelaskan secara detail seperti apa pelecehan seksual yang dialami oleh pelaku.
Kini pihak kepolisian terus mendalami dugaan penyimpangan seksual yang diderita oleh pelaku.
“Kami sedang proses pemberkasan dan koordinasi dengan JPU. Dilimpahkan kalau berkas kami dinyatakan lengkap oleh JPU. Sekarang masih proses,” terang AKBP Kompiang.
Buntuti Korban ke Toilet
Pada saat kejadian, pelaku diketahui membuntuti korban ke dalam toilet.
Saat itu korban bersama ayah dan ibunya hendak pergi ke Jakarta pada Rabu (4/1/2023).
Sekira pukul 16.00 WITA, korban pergi sendirian ke toilet di Gate 3 keberangkatan domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Sebelum masuk ke toilet, korban sudah menyadari ada pelaku yang membuntutinya.

Baca juga: Ternyata Sudah Dewasa, Pelaku Pembunuhan Bocah demi Jual Organ di Makassar Terancam Hukuman Mati
Korban saat itu tidak berpikir curiga karena menduga pelaku juga ingin buang air kecil.
Korban mulai merasa aneh karena dirinya diperhatikan oleh pelaku ketika sedang buang air kecil.
Seusai buang air kecil, korban pergi ke wastafel untuk cuci tangan.
Namun setelah itu korban sempat saling tatap dengan pelaku dan merasa terhipnotis hingga mengikuti pelaku ke dalam bilik kamar mandi.
Di dalam bilik, korban dipaksa membuka celana dan pelaku menggerayangi area sensitif korban.
Korban juga dipaksa melakukan hal serupa terhadap pelaku.
Seusai pelaku puas, ia meminta korban untuk keluar satu per satu.
Korban sempat terdiam di dalam bilik ketakutan sebelum akhirnya memberanikan diri melapor kepada orangtuanya.
Sang ayah korban yang ternyata berprofesi sebagai pengacara langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak keamanan bandara alias aviation security (avsec) Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pelaku akhirnya diamankan pada keesokan harinya. (TribunWow.com/Anung)