Breaking News:

Pembunuhan Beracun di Bekasi dan Cianjur

Pakai Sulap hingga Pamer Harta, Berikut Modus Penipuan Wowon Cs Pembunuh Berantai untuk Gaet Korban

Pihak kepolisian membeberkan cara Wowon Cs menipu korbannya yang kebanyakan berasal dari kalangan TKW.

YouTube Kompastv dan Tribunnews/ Istimewa
Pelaku pembunuhan berantai, Wowon, saat ditangkap di rumahnya di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (17/1/2023). Terbaru, terungkap cara Wowon gaet korbannya untuk ditipu, Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Wowon Erawan alias Aki (60) dilaporkan telah menipu hingga kurang lebih 11 TKW.

Dilansir TribunWow.com, penipuan tersebut dilakukan Wowon dengan dalih dapat menggandakan uang atau kekayaan.

Namun setelah berhasil menguras harta korbannya, Wowon dibantu dua rekannya, Solihin alias Duloh (63), dan Dede Solehuddin, justru menghabisi para korban.

Baca juga: Nikahi Ibu dan Anak, Wowon Pembunuh Berantai Rayu Para Korbannya dengan Modus Berikut Ini

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Selasa (24/1/2023), Wowo merayu korbannya dengan memperlihatkan tipu muslihat.

"Mereka ini pola penipuannya kepada para korban awalnya bertemu dengan tersangka Wowon," kata Hengki dikutip Tribunnews.com.

"Kemudian Wowon bisa seolah-olah mengubah jumlah uang yang ada dalam amplop. Misalnya Rp 1000, tiba-tiba dibuat sedemikian rupa isinya bisa menjadi Rp 10 ribu," imbuhnya.

Penampakan tiga tersangka pembunuh berantai atau serial killer bermodus supranatural di Bekasi hingga Cianjur bernama Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M. Dede Solehudin.
Penampakan tiga tersangka pembunuh berantai atau serial killer bermodus supranatural di Bekasi hingga Cianjur bernama Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M. Dede Solehudin. (Tribunnews/ Istimewa)

Baca juga: Diduga Korban Baru Pembunuh Berantai Wowon Cs, Tetangga Ungkap Ada Bekas Lubang di Dekat Rumah

Untuk melancarkan aksinya, Wowon bahkan membuat korban percaya dengan memperlihatkan rumah beserta mobilnya.

Namun rupanya, kekayaan tersebut bukanlah milik Wowon.

Dengan modus tersebut, Wowon berhasil mendapat kepercayaan dari para korbannya yang kemudian mengirim uang investasi tiap bulan untuk digandakan.

"Ada salah satu yang datang kepada Wowon, ditunjukkan ini rumahnya, ini mobilnya. Setelah ditelusuri itu adalah mobil dan rumah milik orang lain. Tapi untuk meyakinkan supaya korban tetap mengirimkan," kata Hengki.

"Ternyata hasil pemeriksaan kami, sementara ada 11 orang TKW yang menjadi korban penipuan."

Dikutip Tribunnews.com, dua korban yang berhasil ditipu dan dibunuh Wowon dengan metode ini adalah Siti Fatimah dan Farida.

Sementara itu, Wowon juga menggunakan skema Multi Level Marketing (MLM) untuk menjaring korbannya.

"Sistemnya seperti MLM, mereka ada downline (garis turunan), dari Siti misal mengajak temannya lagi untuk menggandakan uangnya," tandas Hengki.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved