Polisi Tembak Polisi
Sebut Ferdy Sambo Sempat Gladi Bersih Pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin: Makanya Periksa CCTV
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menuding Ferdy Sambo sempat lakukan gladi bersih pembunuhan Yosua.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengacara Kamaruddin Simanjuntak menuding perencanaan pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo sudah disusun jauh-jauh hari.
Dilansir TribunWow.com, kuasa hukum keluarga korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu bahkan menyebut sempat ada gladi bersih pembunuhan.
Ia pun mendesak pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap CCTV di sekitar rumah Ferdy Sambo.
Baca juga: Mahfud MD Ungkap Ada Jenderal yang Berusaha Bebaskan Ferdy Sambo, Klaim Lakukan Gerakan Bawah Tanah
Menurut Kamaruddin, Brigadir J sengaja dibawa ke Magelang, Jawa Tengah, oleh Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Mereka pun berangkat terpisah di mana Putri mengajak Brigadir J serta Richard Eliezer (Bharada E), Ricky Rizal (Bripka RR), ART Susi dan ART Kuat Maruf.
Sementara, Ferdy Sambo menyusul dan pulang duluan bersama ajudannya, Daden Miftahulhaq.
Baca juga: Ibu Brigadir J Menangis Hebat, Syok Tuntutan Putri Candrawathi Terlalu Ringan: Saya Semakin Hancur
Kamaruddin menilai, Ferdy Sambo sengaja menjauhkan Brigadir J agar leluasa menjalankan dan menguji rencananya.
"Mereka bersekongkol untuk membawa Yosua ke Magelang, kemudian yang di Jakarta melakukan gladi bersih atau gladi resik bagaimana proses pembunuhan itu dilakukan," kata Kamaruddin dikutip kanal YouTube MetroTV, Minggu (22/1/2023).
Karenanya, untuk dapat membuktikan hal tersebut, Kamaruddin mendorong penyidik agar memeriksa CCTV sekitar yang menyoroti jalanan dan rumah Ferdy Sambo.
Dari pemeriksaan tersebut, Kamaruddin mengklaim akan ada bukti bahwa Ferdy Sambo sempat melakukan gladi bersih dibantu sejumlah orang.
"Makanya saya katakan, tolong periksa CCTV tetangga selama seminggu sebelum dan setelah," kata Kamaruddin.
"Di situ akan terlihat ada yang berperan libur ketika pembunuhan itu, ada juga yang berperan sebagai tukang ojek, tukang siomay, ada yang berperan membunyikan petasan."
Sebelumnya, Kamaruddin mengatakan bahwa Brigadir J sudah mendapat ancaman pembunuhan jauh sebelum peristiwa di Magelang.
Hal ini diperoleh berdasar keterangan Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J, yang sempat dicurhati oleh mendiang.
Baca juga: Brigadir J Disebut Menangis karena Dapat Ancaman Pembunuhan, Kuasa Hukum Singgung Orang Kepercayaan
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Penembakan Brigadir J Versi Bharada E
Richard Eliezer alias Bharada E tak kuasa menahan emosi saat menceritakan detik-detik penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, ia membeberkan runtut kejadian saat Ferdy Sambo menarik ajudannya tersebut dan langsung memerintahkan pembunuhan.
Menurut Bharada E, Brigadir J mengerang kesakitan ketika peluru yang ditembakkan menembus tubuhnya.
Baca juga: 3 Minggu Dihantui Bayangan Brigadir J, Bharada E Akhirnya Berani Ungkap Skenario Ferdy Sambo
Mata Bharada E berkaca-kaca seolah mengenang kembali saat-saat traumatis tersebut.
Ia menuturkan kejadian tersebut dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).
Menurut pengakuannya, Bharada E diminta lebih dulu naik ke lantai dua di TKP rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kemudian, Ferdy Sambo yang sudah mengenakan sarung tangan masuk ke rumah diikuti Brigadir J, terdakwa Bripka Ricky Rizal (Bripka RR) dan Kuat Maruf.
"Bang Yos masuk Pak FS langsung lihat ke belakang, 'Sini kamu'. Bang Yos langsung dipegang lehernya, 'Berlutut kau di situ, berlutut'," kata Bharada E menirukan perkataan Ferdy Sambo seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (30/11/2022).
"Baru dia menengok ke saya, 'Woy kau tembak, kau tembak cepat. Cepat kamu tembak'. Saya mengeluarkan pistol langsung saya tembak."
Baca juga: 3 Minggu Dihantui Bayangan Brigadir J, Bharada E Akhirnya Berani Ungkap Skenario Ferdy Sambo
Dari sekitar jarak dua meter, Bharada E melontarkan pelurunya sebanyak tiga sampai empat kali.
"Saya sempat tutup mata pada saat penembakan pertama. Jadi pada saat didorong itu korban cuma bilang begini, 'Eh, Pak. Kenapa, Pak? Ada apa Pak?', tangannya di depan," kata Bharada E.
Sembari memejamkan mata, ia mengakui melihat langsung ekspresi Brigadir J karena posisi mereka yang berhadap-hadapan.
Ia pun berkali-kali tampak menarik napas kemudian berbicara dengan suara bergetar.
"Apa yang terjadi pada korban?," tanya hakim ketua Wahyu Iman Santosa.
"Jatuh, Yang Mulia. Cuma ada suara mengerang begitu. Jatuh langsung di samping tangga itu," beber Bharada E yang sempat memperagakan erangan tersebut.
"Habis beliau jatuh FS ini langsung maju. Saya lihat dia langsung pegang senjata, dia kokang senjata dulu, dia ke arah almarhum dia ada sempat tembak," imbuhnya seraya mengedipkan mata beberapa kali untuk menahan tangisannya.
Bharada E kemudian mengatakan suara erangan Brigadir J berhenti setelah Ferdy Sambo meletuskan tembakan.(TribunWow.com/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ferdy-sambo-dan-putri-candrawathi-rekonstruksi-kasus-brigadir-j-1.jpg)