Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Enggan Perang di Ukraina, Banyak Warga Rusia Kabur dan Ditangkap Buntut Terlibat Penyelundupan Orang

Sejumlah warga Rusia ditangkap lantaran terlibat organisasi ilegal yang menyelundupkan migran dari Turki ke Italian.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Yuri Kadobnov/AFP
Tentara Rusia memakai seragam lengkap berjaga di pelabuhan. Terbaru, sejumlah warga Rusia ditangkap lantaran terlibat kelompok penyelundupan orang, Minggu (22/1/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Penyelundup manusia merekrut puluhan warga Rusia untuk menggantikan pelaut Ukraina yang menjadi kapten kapal guna membawa migran dari Turki ke Italia.

Dilansir TribunWow.com, sejak invasi Moskow ke Ukraina, setidaknya 14 warga negara Rusia telah ditangkap oleh polisi Italia atas tuduhan mengangkut pencari suaka secara ilegal.

Sebuah laporan oleh organisasi non-pemerintah Italia Arci Porco Rosso dan organisasi nirlaba Borderline Europe mencatat ada peningkatan dua kali lipat dalam jumlah penangkapan warga Rusia.

Baca juga: Lagi-lagi Ancam Pakai Nuklir, Mantan Presiden Rusia Ungkap Akibat jika Negaranya Kalah di Ukraina

Dikutip The Guardian, Minggu (22/1/2023), mereka dituduh mengemudikan kapal ilegal lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pemerintah Italia juga menemukan lebih banyak imigran gelap dari Suriah, Bengali, dan bahkan orang-orang dari negara-negara yang terkurung daratan, seperti Kazakhstan dan Tajikistan'.

Awalnya para penyelundup hampir secara eksklusif merekrut nakhoda Ukraina, banyak dari mereka melarikan diri dari negara itu untuk menghindari dinas militer selama perang melawan separatis yang didukung Rusia di Donbas.

Namun sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, jumlah orang Ukraina yang direkrut oleh penyelundup Turki telah menurun.

"Ukraina sangat penting bagi orang-orang yang berangkat dari Turki, mereka pelaut ahli yang tahu cara menangani kapal,” kata laporan itu.

"Dengan pecahnya perang, pria Ukraina telah dilarang untuk meninggalkan negara mereka, yang tidak diragukan lagi menjadi faktor penentu dalam berkurangnya ketersediaan nakhoda Ukraina."

Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina.
Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina. (AFP)

Baca juga: Pimpinan Tentara Muslim Ramzan Kadyrov Protes Rusia Larang Prajurit Chechnya Tumbuhkan Jenggot

Komplotan dari Turki tersebut malah mulai melatih pencari suaka untuk mengemudikan kapal, merekrut pelaut Turki dan mempekerjakan semakin banyak warga Rusia dan lainnya dari bekas republik Soviet.

"Di masa lalu, beberapa warga Rusia telah direkrut oleh penyelundup untuk pekerjaan ini, tetapi hanya sebagian kecil," kata pengacara Giancarlo Liberati.

"Setelah invasi Rusia ke Ukraina, dan sebenarnya beberapa bulan sebelum perang, kami melihat peningkatan warga Rusia yang direkrut untuk menjadi pilot kapal layar yang membawa migran, dan keterlibatan mereka menjadi hampir sistematis."

Penangkapan terbaru terjadi pada November, ketika tiga orang Rusia membawa sekitar 100 migran dari Suriah, Afghanistan, dan Irak ke pantai Sisilia.

Sabrina Gambino, kepala kantor kejaksaan Sisilia di Syracuse, mengatakan jaringan kriminal Turki yang terorganisir berada di balik pelayaran tersebut.

Mereka menggunakan kapal mewah, yang diduga dicuri atau disewa .

Halaman
123
Tags:
RusiaUkrainaVolodymyr ZelenskyVladimir Putin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved