Konflik Rusia Vs Ukraina
Pimpinan Tentara Muslim Ramzan Kadyrov Protes Rusia Larang Prajurit Chechnya Tumbuhkan Jenggot
Pimpinan tertinggi pasukan Chechen, Ramzan Kadyrov memprotes adanya larangan menumbuhkan jenggot di pasukan militer Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Presiden Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov memprotes adanya larangan menumbuhkan jenggot di pasukan militer Rusia.
Kadyrov yang merupakan pimpinan tertinggi pasukan Chechen menegaskan bahwa menumbuhkan jenggot termasuk dalam kepentingan beragama umat muslim.
Dikutip TribunWow dari aljazeera, seperti yang diketahui pasukan Chechen yang berperang di Ukraina adalah penganut agama Islam.
Baca juga: Bantah Kalah, Kadyrov Sebut Pasukan Chechnya Pro-Rusia Justru Siapkan Kejutan untuk Tentara Ukraina
Pada sebuah wawancara Rabu (18/1/2023), seorang anggota parlemen Rusia sekaligus purnawirawan Letjen pasukan militer Rusia, Viktor Sobolev mendukung adanya larangan tentara Rusia menumbuhkan jenggot.
Sobolev berdalih semua itu merupakan bagian dari kedisipilinan dalam militer.
Statement Sobolev ini langsung ditanggapi oleh Kadyrov yang menulis sindiran lewat akun Telegramnya pada Kamis (19/1/2023).
Kadyrov menyindir Sobolev yang menganggur memiliki begitu banyak waktu untuk membaca aturan militer.
Kadyrov menganggap pernyataan Sobolev sebagai provokasi karena pasukan Chechen hampir semuanya adalah umat muslim yang menumbuhkan jenggot karena kepentingan agama.
Di sisi lain, Ukraina saat ini disebut dilarang berdamai dengan Rusia karena terlanjur dibantu oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara barat lainnya.
Tudingan ini disampaikan oleh Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin.
Dikutip TribunWow dari rt, Naryshkin menuding AS dan negara-negara barat melarang Ukraina mengambil jalur damai.

Baca juga: Saksikan Eksekusi Mati Prajurit Desersi, Komandan Tentara Bayaran Rusia Kabur dari Ukraina
Naryshkin mencontohkan bagaimana perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul pada Maret 2022 lalu sebenarnya berlangsung lancar karena kedua belah pihak sempat saling setuju namun tetap saja gagal.
Menurut keterangan Naryshkin, AS dan negara-negara barat terlanjur mengirimkan bantuan uang dan senjata kepada Ukraina sehingga meminta Ukraina untuk terus berperang melawan Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahkan sempat menandatangani sebuah dekrit yang melarang para pejabat pemerintahannya melakukan negosiasi dengan Rusia.
Langkah terbaru Zelensky adalah mempromosikan sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) yang akan diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) alias UN di New York pada 24 Februari 2023.