Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pimpinan Tentara Muslim Ramzan Kadyrov Protes Rusia Larang Prajurit Chechnya Tumbuhkan Jenggot

Pimpinan tertinggi pasukan Chechen, Ramzan Kadyrov memprotes adanya larangan menumbuhkan jenggot di pasukan militer Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube The Telegraph
Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov. Terbaru, Kadyrov memprotes aturan pasukan militer Rusia yang melarang menumbuhkan jenggot. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov memprotes adanya larangan menumbuhkan jenggot di pasukan militer Rusia.

Kadyrov yang merupakan pimpinan tertinggi pasukan Chechen menegaskan bahwa menumbuhkan jenggot termasuk dalam kepentingan beragama umat muslim.

Dikutip TribunWow dari aljazeera, seperti yang diketahui pasukan Chechen yang berperang di Ukraina adalah penganut agama Islam.

Baca juga: Bantah Kalah, Kadyrov Sebut Pasukan Chechnya Pro-Rusia Justru Siapkan Kejutan untuk Tentara Ukraina

Pada sebuah wawancara Rabu (18/1/2023), seorang anggota parlemen Rusia sekaligus purnawirawan Letjen pasukan militer Rusia, Viktor Sobolev mendukung adanya larangan tentara Rusia menumbuhkan jenggot.

Sobolev berdalih semua itu merupakan bagian dari kedisipilinan dalam militer.

Statement Sobolev ini langsung ditanggapi oleh Kadyrov yang menulis sindiran lewat akun Telegramnya pada Kamis (19/1/2023).

Kadyrov menyindir Sobolev yang menganggur memiliki begitu banyak waktu untuk membaca aturan militer.

Kadyrov menganggap pernyataan Sobolev sebagai provokasi karena pasukan Chechen hampir semuanya adalah umat muslim yang menumbuhkan jenggot karena kepentingan agama.

Di sisi lain, Ukraina saat ini disebut dilarang berdamai dengan Rusia karena terlanjur dibantu oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara barat lainnya.

Tudingan ini disampaikan oleh Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin.

Dikutip TribunWow dari rt, Naryshkin menuding AS dan negara-negara barat melarang Ukraina mengambil jalur damai.

Ribuan pria dari Chechnya bersedia menawarkan bantuan kepada angkatan bersenjata Rusia. Dilihat dari video APTN, ada 12.000 sukarelawan lokal berkumpul di alun-alun pusat ibukota regional, Grozny. Pernyataan itu diungkapkan Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov saat militer Moskow melakukan serangan hari kedua di Ukraina, Pada Jumat (25/2/2022).
Ribuan pria dari Chechnya bersedia menawarkan bantuan kepada angkatan bersenjata Rusia. Dilihat dari video APTN, ada 12.000 sukarelawan lokal berkumpul di alun-alun pusat ibukota regional, Grozny. Pernyataan itu diungkapkan Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov saat militer Moskow melakukan serangan hari kedua di Ukraina, Pada Jumat (25/2/2022). (youtube kompastv)

Baca juga: Saksikan Eksekusi Mati Prajurit Desersi, Komandan Tentara Bayaran Rusia Kabur dari Ukraina

Naryshkin mencontohkan bagaimana perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul pada Maret 2022 lalu sebenarnya berlangsung lancar karena kedua belah pihak sempat saling setuju namun tetap saja gagal.

Menurut keterangan Naryshkin, AS dan negara-negara barat terlanjur mengirimkan bantuan uang dan senjata kepada Ukraina sehingga meminta Ukraina untuk terus berperang melawan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahkan sempat menandatangani sebuah dekrit yang melarang para pejabat pemerintahannya melakukan negosiasi dengan Rusia.

Langkah terbaru Zelensky adalah mempromosikan sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) yang akan diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) alias UN di New York pada 24 Februari 2023.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaRamzan KadyrovRepublik Chechnya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved