Breaking News:

Terkini Daerah

Habiskan Rp 15 Miliar, Proyek Konten Masjid Al Jabbar yang Digagas Ridwan Kamil Tuai Kontroversi

Pihak kontraktor Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar menjelaskan penggunaan dana Rp 15 miliar untuk konten museum.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI
Penampakan Masjid Raya Al Jabbar, yang terletak di kawasan Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Habiskan Rp 15 Miliar, Proyek Konten Masjid Al Jabbar yang Digagas Ridwan Kamil Tuai Kontroversi 

TRIBUNWOW.COM - Proyek pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang digawangi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan.

Dilansir TribunWow.com, setelah biaya pembangunan masjid menjadi polemik, kini biaya Rp 15 miliar untuk pengerjaan konten Masjid menimbulkan pertanyaan.

Rupanya, konten yang dimaksud merupakan materi yang akan dipakai untuk mengisi museum di lantai dasar Masjid Raya tersebut.

Baca juga: Ridwan Kamil Tak Segera Putuskan Gabung Parpol, Golkar Cenderung Berubah Sikap: Ojo Kesusu

Ditemui di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Kota Bandung, Selasa (10/1/2023), CEO PT Sembilan Matahari Adi Panuntun memberi keterangan.

Pimpinan perusahaan yang ditunjuk langsung untuk menggarap konten tersebut menjelaskan bahwa konten tersebut nantinya mencangkup perpaduan multimedia, teknologi hingga interior masjid.

"Jadi konten yang dimaksud itu bukan konten media sosial. Tapi, konten diorama yang kita create dengan memadukan multimedia, teknologi sampai ke existing interrior yang ada di Masjid Al Jabbar," terang Adi dikutip Kompas.com.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi narasumber dalam acara G20 Leaders Summit Side Event Dissemination of the G20 Development Working Group Outcome Documents di The Stones Entertainment Center Kuta, Bali, Senin (14/11/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi narasumber dalam acara G20 Leaders Summit Side Event Dissemination of the G20 Development Working Group Outcome Documents di The Stones Entertainment Center Kuta, Bali, Senin (14/11/2022). (Laman jabarprov.go.id)

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Sampai Merinding, RK Kisahkan Sejarah Pembangunan Masjid Al Jabar, Sebut Takdir

Walaupun pernah menangani proyek pembangunan museum Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia hingga museum Mahkamah Konstitusi, Adi menilai konten Masjid Al Jabbar adalah yang paling rumit.

Apalagi karena membutuhkan riset mendalam untuk menampilkan konten penyebaran islam hingga sejarah nabi.

"Konsep pendekatan kita dalam meng-create konten museum itu dengan experience design. Jadi mengutamakan visitor menjadi main target, enggak cuma melihat saja, tapi visitor bisa merasakan pengalamannya secara langsung dari sejarah-sejarah Islam di museum Masjid Al Jabbar," beber Adi.

"Misalnya Isra Miraj. Di museum, kita simulasikan dalam diorama bagaimana simulasi naiknya Nabi Muhammad SAW ke Sidratulmuntaha menggunakan instalasi video mapping yang dipadukan dengan beberapa interiornya. Jadi nanti bukan sekedar baca sejarah dan melihatnya saja. Tapi bisa merasakannya secara langsung pengalaman sejarah seperti itu," imbuhnya.

Adi mengatakan bahwa penunjukan langsung pengerjaan konten pada perusahaannya itu dipicu adanya kegagalan lelang selama dua kali.

Ia pun menegaskan tak ada aturan yang dilanggar, apalagi praktik korupsi maupun nepotisme dalam penyelenggaraan proyek tersebut.

"Ini bukan kali pertama kami ngerjain museum proyek pemerintah. Nilai segitu juga bagi kami perhitungan RAB-nya logis, sudah sesuai dengan arahan LKPP, BPK dan PPK-nya. Hanya memang yang berhak menjelaskan itu dari PPK dinasnya yah. Tapi bagi kami, kami pastikan enggak ada masalah, enggak ada titipan atau hal yang perlu dicurigai dari proyek ini," tandasnya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil juga sempat menjawab kritikan warganet terkait pembangunan Masjid Raya Al Jabbar.

Dilansir TribunWow.com, Ridwan Kamil menerangkan peruntukan uang pajak yang dipakai membangun rumah ibadah, baik itu masjid, gereja maupun pura.

Halaman
123
Tags:
Terkini DaerahRidwan KamilGubernur Jawa BaratMasjid Al Jabbar
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved