Terkini Daerah
Berita Ganjar Pranowo, Minta Konflik Keraton Solo Segera Diselesaikan: Wong Mereka Keluarga Sendiri
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo buka suara terkait kericuhan yang terjadi di keraton Solo.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Diketahui, LDA beranggotakan kerabat keraton yang berisi para adik dan anak raja.

Baca juga: 5 Fakta Dua Putri Keraton Solo Terkurung di Keputren, Sikap Polisi hingga Dugaan Masalah Keluarga
BRM Suryo Mulyo: Saya Ditodong Didorong
Pada hari kejadian, massa berjumlah sekitar 50 orang berusaha merangsek masuk ke dalam keraton dan mengusir keluarga dari Putri Susuhunan PB XII Hangabehi, Gusti Moeng.
Beberapa dari mereka bahkan melakukan kekerasan dan intimidasi pada keluarga kerajaan yang berdiam di keraton.
"Saya diginiin (mengisyaratkan tangan seperti ditodongi senjata api) 'Isoh meneng ra mas (Bisa diam tidak) ?' Ditodong didorong. 'Ojo peh aku nganggo klambi biasa terus kowe nyepelekke aparat (Jangan mentang-mentang saya pakai baju biasa terus kamu menyepelekan aparat'," beber Suryo dikutip dari TribunSolo.com, Senin (26/12/2022).
"Saya enggak takut. Dibunuh di rumah sendiri ndak apa-apa saya. Ndak takut."
"Wong ini rumah saya sendiri sama keluarga kok saya diusir paksa. Yo enggak mau saya. Saya diam sambil didorong. Pistol ada lancip-lancipnya itu makanya luka," terangnya.
Cucu lain, BRM Yudhistira Rachmat Saputro, mengaku sempat dipukul punggungnya sementara GRAy Devi Lelyana Dewi dipukul dibagian tangan memakai bambu.
Baca juga: Viral Video Putri Raja Solo Makan Daun Singkong terkait Kabar Pengurungan, Keraton Beri Keterangan
Keterangan Kepolisian
Menanggapi adanya dugaan keterlibatan aparat, Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi berjanji akan mendalami insiden tersebut.
"Kalau salah satu anggota Polri dari satuan tertentu kami harus mengumpulkan bukti saksi-saksi betulkah itu. Semua informasi akan kita dalami," kata Iwan kepada TribunSolo.com, Sabtu (24/12/2022).
"Yang saya terima laporan di sini ada keributan antara siapa dengan siapa saya juga belum paham. Kami di dalam hanya memastikan didampingi abdi dalem."
"Kebetulan saya mendapatkan informasi dari pimpinan kami beliau di dalam membutuhkan kehadiran kami karena ada selisih paham. Kami cek lokasinya seluruhnya semua kita sisir," tandasnya.(TribunWow.com)