Breaking News:

Terkini Daerah

5 Fakta Dua Putri Keraton Solo Terkurung di Keputren, Sikap Polisi hingga Dugaan Masalah Keluarga

Perseteruan antar anggota keluarga Keraton Solo, Jawa Tengah, kembali memanas. Berikut fakta selengkapnya.

TribunSolo.com/Adi Surya
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo yang berada di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Sabtu (13/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Perseteruan antar anggota keluarga Keraton Solo, Jawa Tengah, kembali memanas.

Dua anggota keraton diduga sengaja dikunci di lingkungan Keputren selama tiga hari, tepatnya sejak Kamis (11/2/2021) bersama dua abdi dalem penari, sentono dan abdi dalem.

Kedua kerabat keraton tersebut adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai dan GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng.

Adik Raja Keraton Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng) meninggalkan Keraton Solo dijumput suaminya KP Edi Wirabumi di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Sabtu (13/2/2021).
Adik Raja Keraton Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng) meninggalkan Keraton Solo dijumput suaminya KP Edi Wirabumi di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Sabtu (13/2/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Baca juga: Viral Video Putri Raja Solo Makan Daun Singkong terkait Kabar Pengurungan, Keraton Beri Keterangan

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Mengaku Dikurung dari Luar

Setelah tiga hari dua malam terkunci di Keputren, Gusti Moeng dan Gusti Timoer serta abdi dalem yang mengikutinya akhirnya bisa keluar dari Kompleks Keraton Solo, pada Sabtu (13/2/2021).

Gusti Moeng mengatakan, dirinya menduga ada orang lain yang sengaja menguncinya dari luar.

"Saya tidak tahu itu (yang buka). Saya juga tidak ngerti yang mengunci. Tadi yang bukain pintu orang-orang pakai baju batik. Setelah pintu dibuka terus keluar," terang dia.

Baca juga: Sudah Tilik Bayi dari Ibu yang Ngaku Hamil Tanpa Mengandung, Bidan Sebut Hal Wajar: Hamil Samar

2. Listrik Mati

Gusti Moeng menjelaskan, selama tiga hari di dalam Keputren, dia mengaku kekurangan makanan dan kondisi di dalam tak ada penerangan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gusti Timoer, Gusti Timoer dirinya tidak sengaja masuk bersama Gusti Moeng ke dalam Keputren karena masih memiliki tempat tinggal di sana.

Dirinya juga sejatinya ingin melihat kondisi di dalam Keputren karena sudah hampir lima tahun dia tinggalkan.

"Dan sangat memprihatinkan. Saya keluar dari keraton tidak membawa apa-apa. Hanya baju satu koper dengan anak saya. Semua saya tinggalkan. Saya mau ambil tidak boleh," ungkap dia.

Baca juga: Polisi Temukan Fakta Baru Wanita Mengaku Hamil Tanpa Hubungan Badan, Sempat Menikah dan Punya Anak

3. Kronologi versi Gusti Moeng

Sementara itu, menurut Gusti Moeng, kejadian itu berawal saat dirinya dan suaminya, Gustri Kanjeng Eddy Wirabumi, pulang dari makan siang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
Keraton SoloSoloGusti MoengJawa TengahPolisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved