Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Temukan Asal Bom Surat ke Kedutaannya di Berbagai Negara, Diduga Dikirim Pihak Profesional
Pihak Ukraina menemukan pihak yang mengirim bom surat ke Kedutaan Besarnya di berbagai negara.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pihak Ukraina menemukan asal paket-paket berbahaya yang dikirim ke Kedutaan Besar mereka di berbagai negara.
Dilansir TribunWow.com, Menteri luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengklaim paket tersebut memiliki alamat pengirim yang sama, yakni dari dealer Tesla di Jerman.
Kuleba menambahkan bahwa 31 kedutaan dan konsulat Ukraina di 15 negara telah menerima paket tersebut.
Baca juga: Baru Perbaiki Pembangkit Listrik, Ukraina Kini Kembali Gelap setelah Dihujani 70 Rudal Rusia
Dilaporkan BBC, Kamis (8/12/2022), paket tersebut dikirim dari kantor pos tanpa pengawasan dan sang pengirim sangat berhati-hati untuk menyembunyikan identitas mereka.
Keamanan ditingkatkan setelah paket pertama yang berisi bom rakitan dan sejumlah paket berisi bagian tubuh hewan dikirim minggu lalu.
Ukraina mengatakan bahwa paket berdarah yang berisi mata binatang telah dikirim ke delapan kedutaan di Eropa, tetapi sejak itu lebih banyak lagi yang mendapat kiriman.
Adapun dealer Tesla yang dimaksud ada di kota Sindelfingen, di barat daya Jerman.

Baca juga: Ledakan Terjadi di Kedutaan Ukraina di Spanyol, Bom Rakitan Diselipkan dalam Surat, Rusia Terlibat?
"Biasanya, pengiriman dilakukan dari kantor pos yang tidak dilengkapi dengan sistem pengawasan video," tulis Kuleba di postingan Facebook.
"Penjahat itu juga mengambil langkah-langkah untuk tidak meninggalkan jejak DNA mereka pada paket. Ini, khususnya, menunjukkan tingkat implementasi yang profesional."
Dia mengatakan enam paket dikirim ke Polandia, lima ke Spanyol, empat ke Italia, masing-masing dua ke Portugal, Rumania, Hongaria dan Republik Ceko, dan masing-masing satu ke Austria, Vatikan, Denmark, Kazakhstan, Belanda, AS, Prancis. dan Kroasia.
Serangan terbaru terjadi dalam dua hari terakhir, menyusul ledakan bom surat di kedutaan Ukraina di Madrid seminggu lalu.
Dilaporkan ada lebih banyak bom yang dikirim ke lokasi lain di Spanyol berhasil dijinakkan.
"Saya tidak ingat ada contoh dalam sejarah bahwa begitu banyak kedutaan dan konsulat dari satu negara menjadi sasaran serangan massal dalam waktu singkat," kata Kuleba.
Dia menambahkan bahwa musuh Ukraina tidak akan dapat mengintimidasinya, dan Kyiv akan terus bekerja untuk kemenangan dalam perangnya melawan Rusia.
Baca juga: Tak Hanya Kedutaan Ukraina, Bom Rakitan Lewat Surat Juga Ancam PM Spanyol, terkait Perang Rusia?
Spanyol Curigai Rusia
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan bahwa serangkaian bom surat yang dikirimkan ke target di negaranya mungkin terhubung dengan perang Rusia di Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, hal ini dituliskan Grande-Marlaska dalam sebuah pesan kepada rekan-rekan Uni Eropa dan Komisi Eropa.
Adapun selain bom surat tersebut, Ukraina juga melaporkan bahwa kedutaannya di berbagai negara mendapat kiriman berisi mata hewan.
Baca juga: 3.500 Tentara Rusia dan Keluarganya Hubungi Ukraina, Buat Skema Kelabui Putin agar Bebas dari Perang
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (2/12/2022), Grande-Marlaska mengatakan bahwa enam bom surat "dapat dihubungkan dengan invasi Rusia ke Ukraina".
Kementerian Spanyol telah mengkonfirmasi laporan tersebut.
Bom surat tersebut dikirim ke politisi Spanyol terkemuka termasuk Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, kedutaan Ukraina dan AS, pusat satelit Uni Eropa di Pangkalan Udara Torrejon de Ardoz serta produsen senjata Spanyol yang telah memasok peralatan ke Ukraina.
Satu orang pegawai dari kedutaan Ukraina di Madrid, Spanyol, dilaporkan terluka setelah membuka surat tersebut pada saat pemeriksaan.
Surat berisi bom rakitan itu meledak pada Rabu (30/11/2022), namun tak sampai membahayakan nyawa.

Baca juga: Tak Hanya Kedutaan Ukraina, Bom Rakitan Lewat Surat Juga Ancam PM Spanyol, terkait Perang Rusia?
Sementara itu, Polisi Ceko mengevakuasi konsulat Ukraina di kota Brno pada hari Jumat setelah parsel yang mencurigakan tiba di sana.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan parsel yang sempat diperiksa menggunakan mesin x-ray, menyerupai bom surat yang dikirimkan di Spanyol.
Media setempat melaporkan perangkat bahan peledak yang dikirimkan ke Spanyol adalah rakitan sendiri dan hanya berisi sedikit bahan peledak dan bola logam kecil.
Paket tidak meledak pada saat pembukaan tetapi sebaliknya menghasilkan kilatan nyala, mengutip sumber kepolisian.
Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas bom surat dan pihak berwenang belum merilis informasi tentang kemungkinan tersangka.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles tidak secara khusus menyebutkan serangkaian surat berbahaya selama kunjungan ke Ukraina pada hari Rabu, dia menekankan bahwa Spanyol tetap kuat di pihak Ukraina dalam perang.
"Kami akan terus membantu, seperti halnya semua negara UE dan NATO karena kami menganggap tujuan Ukraina adil, membawa perdamaian dan kebebasan," kata Robles.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan paket -paket yang berisi mata binatang juga dikirimkan ke misi diplomatik Ukraina di sejumlah negara.
Paket -paket itu, yang menurut kementerian luar negeri berasal dari satu negara Eropa, tiba di kedutaan besar di Hongaria, Belanda, Polandia, Kroasia, Italia dan di Konsulat di Italia, Polandia dan Republik Ceko.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada hari Jumat bahwa para diplomat negara itu akan terus bekerja tanpa terganggu oleh insiden tersebut.(TribunWow.com/Via)