Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Produksi Drone Baru untuk Bubarkan Kerumunan, Kerusuhan Sipil Diprediksi Terjadi Tahun Depan
Rusia mengumumkan akan memulai produksi massal drone diduga untuk mengatasi kerusuhan massal yang mungkin akan terjadi.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Institut Komputasi Kartsev Rusia telah mengumumkan akan memulai produksi drone baru di tahun depan.
Dilansir TribunWow.com, drone tersebut khusus dirancang untuk membubarkan kerumunan orang.
Diduga, hal ini dilakukan untuk mengantipasi kerusuhan yang mungkin terjadi di tengah sanksi internasional buntut invasi ke Ukraina.
Baca juga: Hoaks 3 Warga Ukraina Ditangkap saat Piala Dunia Qatar karena Gambar Nazi, Tim Siber Rusia Terlibat?
Pesawat tak berawak tersebut bernama Shershen alias lebah itu merupakan drone hexacopter yang berfungsi dengan cara yang hampir sama dengan drone quadcopter biasa.
Drone ini dilengkapi ultrasound dan infrasonik untuk membubarkan kerumunan, dan dirancang untuk digunakan dalam konteks keamanan domestik.
Langkah tersebut dapat menandakan kekhawatiran yang meningkat di kalangan elit negara bahwa kerusuhan sipil mungkin pecah.
Disinyalir hal ini terjadi karena frustrasi masyarakat tumbuh akibat isolasi internasional Rusia dann sanksi Barat atas perang di Ukraina.
"Kami berencana untuk memasuki produksi serial Shershen setelah Tahun Baru. Dari pertengahan Desember hingga Januari, kami sudah dapat menunjukkan aksi hexacopter," ujar Vitaly Dolgov, kepala laboratorium penelitian kendaraan tak berawak Lembaga Penelitian dikutip The Moscow Times, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Dikecam AS, Iran Dituding Terlibat Perang Ukraina setelah Serangan Drone Rusia Hancurkan Kyiv
Tak hanya memecah kerumunan, Shershen juga mampu dikerahkan ke medan perang karena dilengkapi dengan teknologi pengacau radar serta kamera untuk pengumpulan data intelijen.
Acara peluncuran itu dilakukan di tengah penggunaan drone yang makin masif oleh Rusia dan Ukraina dalam perang mereka.
Awal bulan ini, Iran mengaku memberi Rusia sejumlah drone Shahed-136, yang diklaim Kyiv telah digunakan untuk menargetkan infrastruktur energinya.
Selain puluhan drone komersial, pasukan Rusia telah menggunakan Forpost buatan dalam negeri dan drone penyerang Inokhodets dalam konflik selama 9 bulan tersebut.
Baca juga: Sempat Dipuji, Drone Buatan Turki Kini Dianggap Sudah Tak Mampu Lawan Pasukan Rusia di Ukraina
Iran Akhirnya Akui Pasok Drone ke Rusia
Iran mengakui untuk pertama kalinya bahwa mereka telah mengirim drone ke Rusia, Sabtu (5/11/2022).
Dilansir TribunWow.com, drone kamikaze atau drone bunuh diri tersebut diketahui setelah digunakan Rusia untuk menyerang Kyiv beberapa pekan lalu.