Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Kebakaran Mabes Polri terkait Konflik Ferdy Sambo Vs Kabareskrim? Pengacara Brigadir J Ungkap Tujuan

Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meyakini ada keterkaitan antara kebakaran di Mabes Polri dengan konflik Ferdy Sambo dan Kabareskrim.

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV, Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kolase potret pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (kiri) dan kebakaran di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (24/11/2022) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Pengacara Kamaruddin Simanjuntak menyinggung soal kebakaran di gedung Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, kuasa hukum keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tersebut mengaitkan kebakaran itu dengan konflik antara eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dengan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto.

Ia pun membeberkan dugaan terkait unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut berserta tujuannya.

Baca juga: Tak Mau Ferdy Sambo Dihukum Mati, Kamaruddin Justru Tawarkan Pengacara: Bayarnya dari Saya

Menurut Kamaruddin, di gedung tersebut terdapat kantor anak buah Ferdy Sambo, eks Karo Paminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan.

"Kita lihat aja kemarin kan tiba-tiba kebakaran itu Gedung Baintelkam, apa sih yang ada di dalam Gedung Baintelkam? Selain Intel kan di situ ada Paminal," tutur Kamaruddin dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (27/11/2022).

"Itu kan kantornya Brigjen Hendra Kurniawan kan yang HK itu yang b95 HK, itu kan kantor dia," imbuhnya.

Kebakaran tersebut, kata Kamaruddin, diduga sengaja dibuat untuk melenyapkan data-data tertentu.

Namun tentu saja, hal ini tak bisa secara independen dikonfirmasi lantaran pihak kepolisian sempat mengatakan tak ada barang yang terbakar.

Sementara itu, sumber kebakaran disebut berasal dari dua uninterruptible power supply (UPS) yang mengalami gangguan.

"Data siapakah di Paminal, ya data atau dosa-dosa daripada aparatur kepolisian, karena ini kan polisinya polisi," ujar Kamaruddin.

"Nah, kenapa itu harus terbakar, ya supaya data-data itu hilang. Nah kan sudah terjadi selama ini di mana-mana juga begitu."

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menerangkan cara yang digunakan Timsus untuk mendapat pengakuan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E terkait kasus Brigadir J, Selasa (9/8/2022).
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menerangkan cara yang digunakan Timsus untuk mendapat pengakuan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E terkait kasus Brigadir J, Selasa (9/8/2022). (Tangkapan Layar YouTube metrotvnews)

Baca juga: Bantah Tudingan Ismail Bolong, Pengacara Hendra Kurniawan: Dia Berbohong, Cerita seperti Orang Mabuk

Membandingkan dengan rumah masyarakat awam, Kamaruddin mengatakan kebakaran kantor polisi hanya terjadi jika ada perseteruan di dalamnya.

Pasalnya, ia merasa janggal jika gedung institusi tersebut dijaga oleh aparat selama 24 jam, namun masih bisa terbakar.

Kalau terjadi perseteruan yang melibatkan orang-orang besar itu biasanya pasti terbakar. Sedangkan rumah penduduk yang sudah kabelnya 20 hingga 30 tahun nggak terbakar-terbakar tuh, sedangkan gedung ini masih baru, dijaga polisi 24 jam, dijaga Provos bisa tiba-tiba terbakar," tutur Kamaruddin.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved