Terkini Daerah
Terbongkar Isi Chat Hp Keluarga di Kalideres, Berisi Pesan Tak Berbalas hingga Transaksi Jual Barang
Pihak kepolisian membeberkan isi perpesanan dalam ponsel yang ditemukan di rumah keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi membeberkan isi chat dari ponsel keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat.
Dilansir TribunWow.com, hanya dua dari empat orang keluarga tersebut yang diketahui memiliki handphone.
Namun anehnya, terekam percakapan intens dari dua ponsel sesama penghuni rumah tersebut.
Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas Membusuk, 1 Keluarga di Kalideres Larang Warga Masuk ke Rumah
Seperti disampaikan Hengki saat ditemui di kawasan kantornya, ada komunikasi satu arah antara pemilik ponsel satu ke pemilik ponsel lainnya.
Diduga, anak keluarga tersebut, mendiang Dian Febbyana beberapa kali mengirim pesan ke pamannya, Budiyanto Gunawan namun tidak dibalas.
Chat tersebut berisi luapan emosi negatif yang disampaikan dengan tutur kata tersusun rapi.
"Di rumah itu hanya ada 2 Hp, tetapi ada komunikasi yang intens antara Hp ini ke Hp ini," beber Hengki dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (25/11/2022).
"Ini intens dan satu arah, jadi tidak dibalas. Dan isinya adalah emosi negatif."

Baca juga: Ungkap 3 Dugaan Penyebab Tewasnya Keluarga di Kalideres, Ahli Bandingkan dengan Sekte di India
Isi perpesanan tersebut, menurut Hengki, akan menjadi dasar penyelidikan polisi untuk mendapatkan latar belakang korban secara psikologi.
Namun sementara ini, pihak kepolisian dapat menyimpulkan bahwa dari kata-katanya terlihat bahwa korban tersebut berpendidikan.
"Jadi secara psikologis juga akan diteliti kira-kira apa latar belakang dari pada korban ataupun jenazah yang ada di TKP."
"Tapi yang jelas sebagaimana yang kami sampaikan kemarin bahwa dari kata-katanya terlihat ini sangat berpendidikan, diselingi dengan bahasa Inggris."
Tak hanya berisi pesan negatif, polisi juga berhasil melacak kegiatan penjualan barang-barang di rumah yang dilakukan Budiyanto Gunawan.
Bahkan, pihak kepolisian menemukan bahwa penjualan tersebut dilakukan dengan cara janggal agar pembeli tak perlu masuk ke rumah.
"Dari sini kita ketemu lagi yang lain, dia menghubungi penjual barang," beber Hengki.