Gempa di Cianjur
Tangis Histeris Ayah Korban Gempa Cianjur Lihat Anaknya Terbujur Kaku di Kantong Jenazah: Ya Allah
Seorang ayah di Cianjur, Jawa Barat, menangis pilu saat melihat jasad anaknya dievakuasi setelah tertimbun longsoran akibat gempa.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Ia sontak bersimpuh dan menangkupkan tangan ke wajahnya, sementara para petugas membantu kembali menutup kantong tersebut.
Tak berapa lama, mobil pun berlalu membawa serta Deden yang masih meratapi kematian anak tercintanya.
Baca juga: Bantuan Jokowi untuk Korban Gempa Cianjur, dari Makanan Siap Saji hingga Dana Rp 50 Juta per Rumah
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Korban Gempa Cianjur: Anak Saya Enggak Tahu di Mana
Seorang ibu bernama Cucuk mengaku kehilangan dua orang anaknya akibat gempa di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).
Dilansir TribunWow.com, sembari menangis, Cucuk menyebut satu anaknya belum diketemukan sementara anak lainnya telah meninggal.
Ia sendiri tertimpa reruntuhan di bagian kaki sehingga tak bisa jalan dan harus mendapat perawatan.
Baca juga: Dengar Suara Menggelegar dan Bumi Berguncang, Korban Gempa Cianjur: Astagfirullahaladzim Kiamat
Warga Mangunkerta, Cianjur, Jawa Barat tersebut mengaku terpisah dari anak-anaknya setelah gempa magnitudo 5,6 mengguncang rumah mereka.
Ditemui di halaman di RSUD Sayang Cianjur, Cucuk menangis mempertanyakan keberadaan anak-anaknya.
"Ya Allah, anak saya enggak tahu di mana ya Allah," tangis Cucuk dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (22/11/2022).
Ia mengaku melihat anaknya dipindahkan oleh seseorang yang diduga petugas lantaran sudah meninggal.
Sementara, anak lainnya belum diketemukan hingga saat itu.
"Anak saya ada yang ambil tadi, mungkin sudah meninggal. Terus yang satu belum ketemu," isak Cucuk.

Baca juga: Kisah Para Korban Selamat Gempa Cianjur, Berdarah-darah Naik Motor hingga sempat Tertimbun Tembok
Ibu tujuh anak tersebut juga tidak mengetahui keberadaan sang suami.
Namun ia menduga sang suami yang diketahui selamat, sedang mencari keberadaan anak-anak mereka di lokasi reruntuhan.