KTT G20 Bali
Media Asing Sebut Jokowi Ogah Berkomentar soal Ledakan di Polandia yang Terjadi di Tengah KTT G20
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) disebut enggan berkomentar soal serangan di Polandia yang menurut Ukraina dilakukan oleh Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, serangan itu ditujukan untuk memprovokasi dan meningkatkan tensi konflik.
Baca juga: Temui Xi Jinping Jelang KTT G20, Biden Inisiatif Memulai Diskusi Bahas Konflik Rusia-Ukraina

Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri India, Narendra Modi menyerukan adanya gencatan senjata dan diplomasi untuk mengatasi konflik di Ukraina.
Seruan ini disampaikan oleh Narendra Modi saat berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia, pada Selasa (15/11/2022).
Dikutip TribunWow dari bbc, Narendra Modi membahas hal ini ketika KTT G20 mendiskusikan topik ketahanan pangan dan energi.
Awalnya Modi menjelaskan bagaimana rantai suplai dunia porak poranda karena beragam faktor, mulai dari perubahan iklim, pandemi Covid-19, dan perang yang berlangsung di Ukraina.
Modi lalu membandingkan kondisi saat ini dengan Perang Dunia II.
“Selama seabad terakhir, Perang Dunia Kedua mendatangkan malapetaka di dunia. Setelah itu, para pemimpin pada masa itu berusaha keras menempuh jalan damai. Sekarang giliran kita," ujar Modi.
Modi menyampaikan ajakan damai ini di depan pada kepala negara G20, mulai dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden hingga pemerintah Rusia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.
Setelah menyampaikan seruan damai, Modi juga menentang adanya pembatasan suplai energi dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasar energi.
Ketua Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal menyampaikan sejumlah saran terkait langkah apa yang harus dilakukan Indonesia agar acara KTT G20 di Bali dapat tetap berjalan lancar.
Awalnya Dino menjelaskan G20 terancam ditinggalkan oleh negara-negara anggotanya bahkan bubar karena konflik Rusia-Ukraina.
"G20 kini sedang sakit, terpecah belah, dan kalau tidak hati-hati bisa menjadi disfungsional," ujar Dino dikutip TribunWow.com dari YouTube Sekretariat FPCI, Minggu (3/4/2022).
Baca juga: Sosok Komandan Perang Baru Rusia, Ditunjuk Putin Pimpin Perang Ukraina meski Pernah Dipenjara 2 Kali

Dino mencontohkan bahwa di dalam G20 terdapat negara-negara G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat) yang mana semua negara G7 menentang keras invasi Rusia terhadap Ukraina.
Selanjutnya ada juga negara-negara yang pro terhadap Rusia di dalam G20 yakni Brasil, India, China, dan Afrika Selatan.
Menurut Dino, Indonesia saat ini harus memanfaatkan modal politik dan diplomatik Indonesia dengan negara-negara barat, Rusia, Tiongkok (China), bahkan negara-negara menengah.