Konflik Rusia Vs Ukraina
Sosok Komandan Perang Baru Rusia, Ditunjuk Putin Pimpin Perang Ukraina meski Pernah Dipenjara 2 Kali
Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk komandan perang baru yang akan pimpin pasukan dalam perang Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Presiden Vladimir Putin telah menunjuk Jenderal Sergey Surovikin untuk memimpin perang di Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, penggantian komandan perang ini dilakukan di tengah serangkaian kemunduran militer dan meningkatnya ketidakpuasan di Rusia atas invasi.
Berikut sosok Jenderal Sergey Surovikin dikutip dari Al Jazeera, Minggu (9/10/2022).
Baca juga: AS Bongkar Cara Kotor Tentara Bayaran Rusia Cari Uang di Afrika untuk Biayai Konflik Ukraina
Diketahui, Putin telah memecat dua komandan militer senior Rusia karena Kyiv telah memenangkan kembali wilayah yang hilang dari Rusia di timur laut dan selatan Ukraina.
Moskow juga menderita pukulan besar setelah hancurnya Jembatan Kerch, penghubung utama antara Rusia dan Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014.
Surovikin yang lahir pada 1966 di kota Novosibirsk, Siberia, awalnya menjabat sebagai kepala pasukan militer selatan Rusia dalam perangnya melawan Ukraina pada Juni.
Ia menerima gelar Pahlawan Rusia dan dianugerahi medali untuk layanannya di Suriah pada tahun 2017, di mana ia memimpin ekspedisi militer Rusia sebagai komandan Pasukan Dirgantara.
Menurut sebuah laporan oleh Jamestown Foundation, sebuah think-tank kebijakan pertahanan AS, Surovikin memiliki reputasi sebagai orang yang kejam di militer Rusia.
"Surovikin mengawali karir bintang di eselon atas Staf Umum dan kementerian pertahanan setelah 2008, selama reformasi militer radikal yang membutuhkan kekejaman," tulis laporan tersebut.
Namun ternyata, Surovikin sudah pernah dipenjara sebanyak dua kali.
Pertama kali selama enam bulan setelah tentara di bawah komandonya membunuh tiga demonstran di ibu kota Rusia, Moskow, selama kudeta Agustus 1991 yang mendahului berakhirnya Uni Soviet.
Dia kemudian dibebaskan tanpa pengadilan.
Empat tahun kemudian, dia kembali menerima hukuman, meski kemudian dibatalkan, karena perdagangan senjata ilegal.
Baca juga: AS Bongkar Cara Kotor Tentara Bayaran Rusia Cari Uang di Afrika untuk Biayai Konflik Ukraina
Surovikin dituduh mengawasi pemboman brutal yang menghancurkan sebagian besar kota Aleppo di Suriah, di mana Rusia campur tangan di pihak Bashar al-Assad.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Oktober 2020, Human Rights Watch mendaftarkannya sebagai salah satu komandan yang mungkin memikul tanggung jawab komando atas pelanggaran selama serangan 2019-2020 di Idlib Suriah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/p2i-moskow-rusia-pada-tahun-2020.jpg)