Konflik Rusia Vs Ukraina
AS Bongkar Cara Kotor Tentara Bayaran Rusia Cari Uang di Afrika untuk Biayai Konflik Ukraina
Amerika Serikat (AS) menyoroti aktivitas ilegal kelompok tentara bayaran Rusia Wagner di Rusia yang bertujuan menggalang dana untuk perang di Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Linda Thomas-Greenfield membongkar adanya aktivitas ilegal tentara bayaran Rusia di Afrika.
Linda menjelaskan, grup tentara bayaran bernama Wagner tersebut memanfaatkan Afrika sebagai sumber uang untuk membiayai konflik di Ukraina.
Dikutip TribunWow dari TheGuardian, cara yang dilakukan satu di antaranya adalah eksploitasi sumber daya alam di Republik Afrika Tengah, Mali, dan Sudan.
Baca juga: Intelijen AS Sebut Ukraina Terlibat Serangan Bom Mobil yang Tewaskan Putri Pendukung Putin
“keuntungan haram ini digunakan untuk mendanai mesin perang Moskow di Afrika, Timur Tengah dan Ukraina," ungkap Linda.
Linda menjelaskan, aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Grup Wagner ini sangat merugikan masyarakat Afrika.
Grup Wagner yang beranggotakan veteran pasukan militer Rusia ini telah memiliki pengalaman perang di Libya, Suriah hingga Mali.
Kelompok tentara bayaran ini didirikan pada tahun 2014 setelah Rusia menganeksasi Krimea.
Sebelumnya diberitakan, Bos Grup Wagner Yevgeny Prigozhin terekam sedang merekrut kriminal di sebuah penjara di Rusia.
Baca juga: Rusia Sebut Ukraina Hasut AS dan NATO Mulai Perang Dunia III Pakai Cara Ini
Dalam video tersebut, terdengar Prigozhin menjanjikan kepada para narapidana akan dibebaskan jika bersedia bekerja sebagai tentara bayaran di bawah Grup Wagner selama enam bulan.
Dikutip TribunWow dari bbc, setelah video ini viral, Prigozhin memberikan pesan kontroversial lewat sosial media ke publik.
Pesan pertama, Prigozhin bercerita jika dirinya dipenjara maka ia akan bergabung dengan Grup Wagner demi membantu Tanah Air Rusia.
Prigozhin turut mengirimkan pesan kepada warga yang memprotes kebijakan mengirimkan narapidana untuk berperang di Ukraina.
"Kontraktor militer swasta dan narapidana atau anak Anda - tentukan pilihan Anda," ujar Prigozhin.
Menanggapi isu ini, Kementerian Pertahanan Inggris berpendapat Rusia saat ini sedang mengalami krisis kekurangan personil.
Baca juga: Pasukan Angkatan Luar Angkasa AS Buka-bukaan Cara Bantu Ukraina Perangi Rusia dari Luar Bumi

Warga Afrika Pilih Jadi Relawan Perang