Polisi Tembak Polisi
Puas Maki-maki Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi secara Langsung, Bibi Brigadir J: Kami Siap Tantang
Bibi Brigadir J mengaku sudah puas bisa berhadapan dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Meski begitu, keluarga Brigadir J rupanya sempat merasa was-was karena merasa Ferdy Sambo masih memiliki sisa-sisa kekuasaan.
"Sama ya, perasaan kami lega dan puas, karena memang kami ingin melihat mimik wajah mereka, bagaimana mereka berhadapan langsung dengan kami," beber Roslin.
"Memang rasa was-was itu ada, bagaimana mereka masih mempunyai relasi kekuasaan. Sedangkan kami masuk ke persidangan aja ada perbedaan antara kesaksian kita, si Richard, kesaksian dengan si PC dan si Sambo."
Baca juga: Terancam Tersangka, Kodir ART Ferdy Sambo Disebut Cengengesan karena Sembunyikan Rasa Bersalah
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 07.05:
Jerit Ibu Brigadir J: Jujurlah agar Arwah Anakku Tenang
Ibu dari korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tak mampu menahan emosi saat bertemu terdakwa pembunuh anaknya.
Dilansir TribunWow.com, wanita bernama Rosti Simanjuntak itu lantang meminta Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk berkata jujur.
Ia menuntut agar nama baik mendiang Brigadir J kembali dipulihkan seperti sedia kala.
Baca juga: Beda Sikap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat Minta Maaf ke Orangtua Brigadir J, Ini Katanya
Momen tersebut berlangsung di penghujung sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022).
Dalam kesempatan tersebut, orangtua Brigadir J, Rosti dan Samuel Hutabarat untuk pertama kalinya bertemu dengan terdakwa pembunuh anaknya.
Rosti pun sempat menangis dan meluapkan amarahnya kepada Ferdy Sambo.
Ia kemudian beralih pada Putri dan memintanya bicara jujur soal tudingan pelecehan yang dijatuhkan pada Brigadir J.
"Anak aku Nofriansyah Yosua, tolong pulihkan namanya," seru Rosti dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (1/11/2022).
"Pulihkan keluarga kami dari fitnahan kebohongan-kebohongan ibu."
Kemarahan tampak pada raut wajah Rosti di sela-sela tangisannya saat memberi pesan pada Putri.