Polisi Tembak Polisi
Kamaruddin Sebut Komjen Polri Ketakutan saat Terima Bukti Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo
Kamaruddin Simanjuntak menceritakan, para penyidik ketakutan ketika menerima laporan kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Namun Kamaruddin menegaskan ada seorang penyidik senior Polri yang memujinya.
"Dia memuji saya dan mengatakan semua yang saya katakan di media yang dicatat dan dipublikasi oleh rekan-rekan media, semuanya benar," tegas Kamaruddin.
Sebelumnya diberitakan, beralasan menjaga nama baik advokat, Ketua Umum Aliansi Advokat Anti Hoaks Zakirudin Chaniago melaporkan Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara ke Bareskrim Polri.
Seperti yang diketahui, Kamaruddin adalah kuasa hukum dari Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, sementara itu Deolipa merupakan eks pengacara Richard Eliezer alias Bharada E.
Dikutip TribunWow dari Kompas.com, keduanya dilaporkan oleh Zakirudin atas tuduhan telah membuat onar di tengah kasus yang kini menjerat eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Zakirudin menyampaikan, ada beberapa pernyataan Kamaruddin dan Deolipa seputar kasus Brigadir J yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Awalnya Zakirudin mengungkit soal luka sayat dan penganiayaan yang menurut Zakirudin sudah terbantahkan.
Selanjutnya Zakirudin mengungkit soal isu LGBT.
Isu LGBT ini sebelumnya pernah disuarakan oleh Deolipa, namun Deolipa tidak menjelaskan secara gamblang dan menyebut nama.
Deolipa hanya memberikan selentingan-selentingan bahwa diduga ada isu LGBT di dalam kasus Ferdy Sambo.
"Memang dia pernah ngerasain di-lgbt-in? Katanya biseks bisa laki bisa perempuan," ujar Zakirudin.

Baca juga: Kamaruddin Bahas Cara Skuat Lama Provokasi Ferdy Sambo, Sebut Aroma Parfum Brigadir J Sama dengan PC
Selanjutnya Zakirudin mengunkit soal isu hubungan asmara antara Putri Candrawathi alias PC dengan Kuat Maruf alias KM.
"Tuduhan katanya ML antara PC dengan KM," kata Zakirudin.
"Itu dia ngelihat? Dia kan sudah tidak jadi pengacara si Bharada E."
"Kenapa dia harus ngumbar omongan seperti itu," jelas Zakirudin.