Tragedi Pesta Halloween Itaewon
Pimpinan Damkar Gemetar saat Umumkan Jumlah Korban Tragedi Halloween di Itaewon ke Awak Media
Pimpinan petugas pemadam kebakaran daerah Yongsan terekam gemetaran saat mengumumkan jumlah korban jiwa dalam tragedi Itaewon.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kepala Departemen Pemadam Kebakaran di Yongsan, Choi Seong-beom terekam kamera gemetar saat mengumumkan jumlah korban jiwa dalam tragedi Halloween di Itaewon, Yongsan, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Sabtu (29/10/2022).
Dalam video yang beredar, terekam tangan kiri Choi yang memegang mic gemetaran saat ia mulai menjelaskan soal korban jiwa di depan para awak media.
Dikutip TribunWow dari YouTube The Independent, awalnya Choi menjelaskan soal kronologi dan waktu terjadinya tragedi.
Baca juga: WNA Ungkap saat Terjadi Tragedi Halloween di Itaewon, Masih Ada yang Minum-minum dan Bernyanyi
Selanjutnya Choi menerangkan penyebab tragedi ini masih dalam investigasi.
Setelah itu, Choi mulai membahas detail detik-detik terjadinya tragedi.
Di sini tangan kiri Choi sudah nampak mulai gemetar.
Namun Choi semakin gemetaran ketika ia mengumumkan mayoritas korban adalah remaja berusia 20an tahun.
Insiden ini turut menarik perhatian banyak pihak termasuk dari selebgram sekaligus dokter spesialis unit gawat darurat, Dokter J Mack Slaughter.
Dikutip TribunWow lewat akun sosial medianya @dr.jmack, dr. J Mack turut menyampaikan ucapan duka.
Dokter J Mack menjelaskan bahaya dari berdesak-desakkan yang dapat menyebabkan orang kesulitan bernapas karena terhimpitnya dada membuat seseorang tidak bisa menghirup oksigen.

Selain bahaya dari henti napas, dr. J Mack turut menyampaikan bahaya orang yang tergencet di bawah kerumunan.
Diunggah pada akun YouTube WFAA, dr. J Mack sempat memberikan sejumlah tips cara menyelamatkan diri dari kerumunan.
Berikut tips dari dr. J Mack untuk menyelamatkan diri jika terjebak di kerumunan massa:
1. Angkat kedua tangan layaknya petinju yang sedang bertahan, letakkan tangan di daerah dada supaya dada memiliki ruang untuk bernapas.
2. Berusaha untuk terus berdiri, jika terjatuh usahakan kembali berdiri dengan cara menginjakkan satu kaki terlebih dahulu.
3. Jangan panik lalu melawan arus kerumunan.
4. Saat terjebak di kerumunan, usahakan hindari pusat keramaian yang menjadi titik di mana banyak orang yang akan tergencet.
Dokter J Mack menjelaskan, berdesak-desakkan selain menyebabkan henti napas juga memiliki risiko berupa merusak organ dalam seperti paru-paru yang tertusuk tulang yang patah.

Baca juga: Buntut Tragedi Malam Halloween Itaewon, SM Entertainment Batal Gelar Pesta SMTOWN WONDERLAND 2022
Dikutip TribunWow dari Kompastv, menurut penjelasan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto, Itaewon terkenal menjadi tempat berkumpul remaja dan anak-anak muda berusia 20-30 tahun.
Para remaja tersebut biasa berkumpul tiap malam untuk sekadar nongkrong hingga makan dan minum-minum.
Gandi menceritakan, daerah Itaewon selalu ramai bahkan di hari biasa.
"Menurut catatan semalam pada saat peringatan Halloween, ada 300 ribu orang di sana," ujar Gandi, Minggu (30/10/2022).
"Dan perlu diketahui, Itaewon ini daerahnya tidak terlalu luas."
"Restoran dan bar itu berada di tempat-tempat gang yang sempit," ungkap Gandi.
Dikutip TribunWow dari koreatimes.co.kr, mayoritas korban tagedi di Itaewon diketahui berusia 20an tahun.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (29/10/2022) malam ketika ratusan orang berbondong-bondong mendatangi Itaewon yang terkenal sebagai distrik tempat hiburan malam.
(TribunWow.com/Anung)