Pilpres 2024
Berita Ganjar Pranowo: Bungkam seusai Disanksi PDIP, Ini Reaksi Ganjar saat Didoakan Jadi Capres
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo enggan membahas masalah pencapresan setelah dikenai sanksi dari PDIP.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali memilih tutup mulut saat ditanya terkait pencapresannya.
Dilansir TribunWow.com, sikap ini diambil Ganjar Pranowo setelah ia dikenai sanksi lisan dari PDIP akibat mengungkapkan kesiapan maju sebagai Capres 2024.
Bahkan, Ganjar Pranowo justru memberikan teguran saat seorang kakek mendoakannya agar berhasil menjadi Presiden.
Baca juga: Meski Kena Tegur PDIP karena Statement Nyapres, Ganjar Pranowo Jawab Tetap Siap di 2024
Momen tersebut berlangsung saat Ganjar mengunjungi beberapa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu (26/10/2022).
Selain menilik normalisasi sungai hingga pembangunan jalan, Ganjar juga menyempatkan waktu untuk menghadiri pernikahan penyanyi Yeni Inka.
Namun peristiwa menarik terjadi ketika Ganjar mengunjungi Puncak Serut, di Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken.
Ganjar yang berpartisipasi dalam penanaman pohon, menjadi perhatian warga yang antusias menyambut kedatangannya.
Bahkan, seorang kakek sempat menyampaikan dukungannya agar Ganjar maju dalam Pilpres 2024.
"Tadi bilang ke Pak Ganjar, jadi presiden. Saya yakin Pak Ganjar jadi presiden, mudah-mudahan bisa," ucap kakek tersebut dikutip Kompas.com, Jumat (28/10/2022).

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Dapat Teguran Lisan dari PDIP, Diduga Jadi Ajang Megawati Unjuk Kekuatan
Dengan gaya kocak, Ganjar langsung menegur sang kakek dengan melarangnya melakukan kampanye.
Sontak saja aksi Ganjar tersebut menuai tawa dari mereka yang hadir.
"Ora kampanye, ora kampanye (tidak kampanye)," ucap Ganjar berulang.
Ia lantas mengajak kakek tersebut untuk tos dan mendoakannya agar selalu dalam kondisi sehat.
"Sing penting sehat, tos disik (yang penting sehat, tos dulu)," kata Ganjar sembari mengacungkan tangannya pada sang kakek.
Pada kesempatan yang sama, Ganjar kembali terang-terangan menunjukkan sikapnya untuk tak lagi bicara soal pencapresan.
Pasalnya, ketika ditanya soal hasil survei Litbang Kompas yang menobatkan namanya di posisi teratas kandidat Capres, Ganjar justru memilih membahas hal lain.
"Kan saya pakai batik ini, ini adalah batik Blora yang pertama kali dibuat gitu ya, jadi saya pakai gitu ceritanya," terang Ganjar mengelak dari pertanyaan.
Namun ia akhirnya bersedia bicara ketika ditanya terkait sanksi keras PDIP terhadap pendukungnya, DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo.
Menurutnya, sanksi keras yang dikenakan pada Rudy masih tergolong peringatan wajar.
Sanksi tersebut, kata Ganjar, justru akan menjadikan sesama kader semakin kompak dalam menjalankan tugasnya.
Ia juga menilai bahwa sanksi tersebut hanyalah bentuk kepedulian sesama anggota partai untuk saling mengingatkan.
"Ya enggak apa-apa itu jadi peringatan, kan jadi solidlah partai dalam satu rampak kekompakan," kata Ganjar dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (27/10/2022).
"Baik juga sih saling mengingatkan."
Baca juga: Kutip Komentar Netizen Nyinyir Pencitraan, Ganjar Pranowo Posting Ini di Medsos: Kritik Itu Vitamin
Pernyataan Ganjar Siap Nyapres
Sebelumnya diberitakan, secara terang-terangan Ganjar mengutarakan kesiapannya menjadi calon presidep (capres) di 2024 nanti.
Ini merupakan pertama kalinya Ganjar menyatakan siap maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024 di tengah isu dirinya 'dikucilkan' di partainya sendiri yakni PDIP.
Dikutip TribunWow dari Kompas, pernyataan Ganjar ini disampaikan saat ia menjalani wawancara dengan BeritaSatu, Selasa (18/10/2022).
Baca juga: Sambil Tertawa Ganjar Jawab Nasibnya di 2024: Tidak Tahu Apakah Partai Cukup Percaya dengan Saya
"Ketika partai kemudian sudah membahas secara keseluruhan dan dia akan mencari anak-anak bangsa yang menurut mereka terbaik, menurut saya, semua orang mesti siap akan hal itu," ujar Ganjar.
Ganjar sendiri menekankan dirinya tetap menghormati keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki hak prerogatif untuk mengusung capres dari PDIP.

Namun Ganjar juga mengungkit soal hasil survei yang menurutnya harus jadi pertimbangan.
"Tentu terkait dengan realitas yang ada di survei dan kemudian semua orang perbincangan. Kan suara rakyat juga tidak boleh diabaikan," ujar Ganjar.
PDIP sendiri disebut-sebut akan mengumumkan capres jagoan mereka pada Juni 2023 mendatang.
Saat ini Ganjar dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani adalah dua kader yang digadang-gadang akan diusung oleh PDIP sebagai Capres 2024.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews, namun gerak-gerik petinggi PDIP terlihat condong mendukung Puan ketimbang Ganjar.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Unggul Dipasangkan dengan Airlangga Hartanto dalam Survei, Salip Prabowo-Puan
Ganjar sendiri memiliki elektabilitas yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Puan.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, kriteria Capres 2024 PDIP adalah dia yang memiliki kemampuan teokratis, yang memiliki rekam jejak sejarah yang panjang, dan yang kuat.
Hasto juga menjelaskan bahwa capres dari PDIP harus mendapatkan dukungan dari koalisi partai politik.
Terkait hal ini, Hasto mengungkit pentingnya lobi-lobi politik.
Tanpa menyebut nama Puan, Hasto mengungkit sejumlah kegiatan lobi politik yang beberapa hari belakangan ini dilakukan oleh Puan, mulai dari berkuda bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto, kemudian jalan sehat bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto.
“Makanya lobi politik penting. Negosiasi itu perlu, jalan-jalan sehat itu perlu, naik kuda bersama itu perlu. Sekarang naik perahu juga perlu karena Jakarta banjir,” kata Hasto, Selasa (11/10/2022).

Hasto kemudian menegaskan bahwa tokoh capres PDIP di 2024 sepenuhnya menjadi kewenangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Untuk siapa yang akan disiapkan, itu keputusannya Ibu Mega. Yang jelas, pengalaman 2014, kita mampu melahirkan banyak pemimpin,” kata Hasto.
Selanjutnya Hasto menyindir terkait Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendeklarasikan Ganjar untuk maju sebagai capres di 2024.
Hasto menegaskan bahwa Ganjar masih berstatus sebagai kader PDIP.
"Karena Pak Ganjar adalah kader partai sehingga keputusan terkait capres dan cawapres diserahkan sepenuhnya kepada Ibu Ketua Umum," ucap Hasto.
"Mencalonkan capres dan cawapres bukan untuk melakukan dansa elektoral, bukan juga untuk memperebutkan efek ekor jas. Namun juga dilakukan dengan penuh kesadaran terhadap masa depan," katanya.
"Oleh karenanya siapapun yang akan dicalonkan dipastikan mereka telah diberikan gembelengan sebagai calon pemimpin," tambahnya.(TribunWow.com/Via/Anung)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Respons Ganjar Pranowo Saat Tahu Didoakan Seorang Kakek Jadi Presiden di Blora",dan "Ditanya soal Survei Litbang Kompas yang Mengunggulkannya, Ganjar Malah Bahas Batik yang Dipakai"