Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Peringatan Zelensky Rusia akan Serang Bendungan Kini Dibantah Intelijen Ukraina Gara-gara Ini

Zelensky sempat mewanti-wanti ratusan ribu warga Ukraina akan terancam menjadi korban banjir akibat Rusia yang mengincar akan hancurkan bendungan.

YouTube The Telegraph
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat membantah tudingan Rusia soal rencana menggunakan bom radioaktif, Senin (24/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada minggu lalu sempat memperingatkan adanya rencana pasukan militer Rusia yang akan menyerang sebuah bendungan besar di wilayah Kherson.

Kala itu Zelensky menyebut serangan tersebut akan menjadikan ratusan ribu warga Ukraina menjadi korban musibah banjir besar.

Dikutip TribunWow dari skynews, namun kini peringatan Zelensky tersebut justru dibantah oleh bawahannya sendiri.

Baca juga: Konflik Memanas, Rusia Sebut Ukraina akan Lakukan Serangan Provokatif dan Gunakan Bom Terlarang

Pimpinan intelijen pasukan militer Ukraina, Kyrylo Budanov ragu Rusia akan menyerang bendungan tersebut.

Budanov menjelaskan bahwa serangan ke bendungan itu justru banyak membawa kerugian.

Kerugian tersebut di antaranya adalah merusak wilayah Ukraina yang kini dikuasai Rusia.

"Tentu, mereka akan berhasil mempersulit pergerakan pasukan kita untuk sementara waktu tertentu," ujar Budanov soal efek serangan bendungan.

Namun Budanov menjelaskan paling lama, efek serangan bendungan itu hanya mampu menghambat pergerakan pasukan militer Ukraina selama dua minggu.

Bendungan yang diisukan akan diserang oleh Rusia diketahui merupakan bagian dari pembangkit listrik tenaga air Kakhovka.

Zelensky memperingatkan, apabila bendungan ini meledak maka akan terjadi musibah besar bagi warga Ukraina.

"Jika teroris Rusia meledakkan bendungan ini, lebih dari 80 pemukiman termasuk Kherson akan berada di zona banjir," terang Zelensky.

"Ratusan ribu warga berpotensi jadi korban banjir," ujarnya.

Sementara itu lembaga riset di Amerika Serikat (AS) meyakini Rusia akan menjadikan Ukraina sebagai kambing hitam seusai serangan terhadap bendungan dilakukan.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberlakukan darurat militer di sebagian wilayah Ukraina yang diduduki.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved