Konflik Rusia Vs Ukraina
Konflik Makin Tak Terkendali, Rusia Serukan Warga Ukraina di Kherson Perangi Tentaranya Sendiri
Pihak Rusia meminta warga Ukraina di Kherson untuk ikut memerangi pasukannya sendiri yang datang untuk membebaskan wilayah mereka.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pejabat berwenang tunjukan Rusia di wilayah Kherson, selatan Ukraina membentuk unit pertahanan teritorial pada hari Senin (24/10/2022).
Dilansir TribunWow.com, pemerintah daerah pro-Rusia itu juga telah mendesak orang-orang di seluruh wilayah untuk bergabung untuk mempertahankan kota Kherson dari serangan Ukraina.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa situasi perang Ukraina kini semakin tak terkendali.
Baca juga: Peringatan Zelensky Rusia akan Serang Bendungan Kini Dibantah Intelijen Ukraina Gara-gara Ini
Seperti dilaporkan The Moscow Times, Selasa (25/10/2022), seruan untuk mempertahankan wilayah Kherson dibagikan otoritas pro-Rusia lewat saluran Telegram.
Ajakan tersebut berisi peringatan atas meningkatnya ancaman keamanan wilayah Kherson lantaran makin dekatnya pasukan Ukraina.
Untuk menanggulangi hal tersebut, maka otoritas setempat mengajak penduduk sipil untuk bergabung dalam unit pertahanan teritorial.
"Untuk semua orang yang ingin tinggal di Kherson, terlepas dari meningkatnya ancaman keamanan karena tindakan nasionalis Ukraina, sebuah kesempatan telah diciptakan untuk bergabung dengan unit pertahanan teritorial kota," bunyi pengumuman di saluran Telegram pemerintah setempat berbunyi pada hari Senin (24/10/2022).
Baca juga: Rusia Paksa Penduduk Kherson Gunakan Uang Rubel, Ini yang Dilakukan Warga untuk Melawan
Seruan bagi warga sipil untuk mempertahankan ibu kota regional yang diduduki Rusia itu muncul saat serangan balasan Ukraina terus berlanjut ke wilayah-wilayah yang dikuasai Rusia di tepi kanan Sungai Dnipro.
Artileri jarak jauh Ukraina dilaporkan terus menekan posisi dan logistik Rusia di seluruh wilayah.
Padahal, wakil kepala pemerintahan pro-Kremlin Kherson, Kirill Stremousov, mengatakan bahwa pasukan Rusia telah berhasil memukul mundur upaya Ukraina untuk menerobos garis pertahanan barat laut kota Kherson dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, dilansir The Guardian, Shoigu mengatakan bahwa perang di Ukraina sedang menuju eskalasi yang tidak terkendali.
Shoigu membahas situasi yang disebutnya memburuk dengan cepat dalam panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Inggris, Prancis dan Turki.
Tanpa memberikan bukti, Shoigu mengatakan Ukraina dapat meningkat serangan dengan menggunakan bom kotor (dirty bom) bahan peledak konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif.
Pernyataan ini menjadi bukti bahwa Kremlin sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi kekalahan medan perang yang diantisipasi lainnya di sekitar Kherson.
Di sisi lain, pasukan Rusia juga telah menyiapkan pertahanan baru untuk serangan di Luhansk, wilayah timur Ukraina.
Baca juga: Penjelasan Bom Kotor, Senjata Terlarang yang Diklaim Rusia akan Dipakai Ukraina Melancarkan Fitnah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2ta-kherson-ukraina.jpg)