Konflik Rusia Vs Ukraina
Penyiar Rusia Dicekal Buntut Seruan untuk Tenggelamkan Anak-anak dan Rudapaksa Nenek-nenek Ukraina
Pembawa acara Rusia dikecam lantaran seruan kontroversial untuk merudapaksa warga sipil dan tenggelamkan anak-anak Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Pemimpin redaksi RT Margarita Simonyan mengatakan pihaknya menghentikan kolaborasi dengan Krasovsky untuk saat ini.
"Mungkin Anton akan menjelaskan apa yang menyebabkan kegilaan sementara terkait pernyataan kontroversial itu," tulis Simonyan di layanan pesan Telegram.
Krasovsky kemudian mengeluarkan permintaan maaf, dan mengatakan bahwa ia terhanyut suasana.
"Saya meminta maaf kepada semua orang yang ketakutan, saya meminta maaf kepada Margarita, kepada semua orang yang menganggap (komentar itu) liar, tidak terpikirkan, dan tidak dapat diatasi," tulis Krasovsky di jejaring sosial VKontakte Rusia, Senin (24/10/2022).
Baca juga: Wakil PBB: Rudapaksa dan Kekerasan Seksual Dipakai Rusia sebagai Bagian Strategi Militer di Ukraina
Anton Krasovsky Rayakan Serangan Misil ke Ukraina
Total ada 84 misil milik pasukan militer Rusia yang diluncurkan menyerang sejumlah wilayah Ukraina pada Senin (10/10/2022).
Serangan ini sontak menuai kecaman dari banyak negara hingga organisasi internasional.
Dikutip TribunWow dari bbc, namun di sisi lain, warga dan simpatisan Rusia yang pro akan perang justru merayakan serangan serentak tersebut.
Baca juga: Ditanya kenapa Anaknya Tidak Ikut Perangi Rusia, Diplomat Ukraina Ngamuk Maki-maki Politisi Jerman
Pimpinan Chechen Ramzan Kadyrov mengumumkan dirinya 100 persen senang seusai Rusia melakukan serangan misil serentak ke Ukraina.
Boss media Rusia RT.com menjelaskan bahwa serangan Rusia adalah pembalasan atas serangan misil yang menghancurkan jembatan penghubung antara Krimea dan Rusia.
Seorang jurnalis senior di RT bernama Anton Krasovsky mengunggah video dirinya menggunakan topi bersimbol Z lalu berjoget dan tersenyum.
Kemudian eks Presiden Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa serangan misil serentak itu barulah episode awal.
Analis kebijakan luar negeri Rusia, Andrei Kortunov melihat Rusia ingin mematahkan semangat tentara dan rakyat Ukraina dengan cara mengirimkan serangan berat yang mengincar infrastruktur vital.
Sejauh ini tercatat ada 19 orang tewas dan 105 luka-luka dalam serangan yang terjadi di Kyiv/Kiev, Kharkiv, Dnipro, Lviv, Sumy, Zaporizhzhia, dan beberapa daerah lainnya.
Dikutip TribunWow dari skynews, khusus Kyiv, diketahui Rusia terakhir kali meyerang Ibu Kota Ukraina terjadi pada Juni 2022 lalu.