Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dokumen Rusia Bocor, Terungkap Rancangan Rekonstruksi Mariupol setelah Berhasil Direbut dari Ukraina

Salinan rencana ambisius Rusia untuk rekonstruksi kota Mariupol yang direbut dari Ukraina, bocor ke publik.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP/ Alexander Nemenov
Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022). Terbaru, rencana Rusia untuk merekonstruksi Mariupol bocor ke media, Kamis (13/10/2022). 

Situasi Pertahanan Terakhir Mariupol

Sebelumnya, prajurit militer dari resimen Azov Mariupol menuturkan kondisi pertahanan terakhir di kompleks pabrik baja Azovtal saat masih dikepung Rusia.

Diungkapkan juga alasan mengapa tentara yang sudah terdesak di pabrik baja Azovtal enggan menyerah ke Rusia.

Begitupun warga sipil yang memilih bersembunyi meski kekurangan air, makanan, bahkan obat-obatan.

Penampakan kompleks pabrik baja Azovtal yang terletak di wilayah kota Mariupol, Ukraina.
Penampakan kompleks pabrik baja Azovtal yang terletak di wilayah kota Mariupol, Ukraina. (Website azovstal.metinvestholding.com/ru)

Baca juga: Tak akan Kabur dari Mariupol, Kapten Resimen Azov Siap Perangi Rusia Pakai Bayonet

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Jumat (22/4/2022), sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan serangan yang hendak dilancarkan ke Azovtal.

Alih-alih, Putin justru memerintahkan pasukannya untuk memblokade pabrik tersebut agar tak ada yang bisa lewat.

Sebagian besar Mariupol telah hancur dalam beberapa minggu pengeboman berat Rusia dan pertempuran jalanan yang intens.

Pasalnya, pelabuhan Laut Azov itu adalah sasaran perang Rusia agar dapat melepaskan lebih banyak pasukan untuk bergabung dengan serangan Rusia di wilayah Donbas timur.

Berbicara dari pabrik Azovstal, Svyatoslav Palamar dari resimen Azov mengatakan para pembela telah menangkis gelombang serangan Rusia.

"Saya selalu mengatakan bahwa selama kita di sini, Mariupol tetap di bawah kendali Ukraina," tegas Palamar.

Ia mengatakan Rusia telah menembaki pabrik baja dari kapal perang dan menjatuhkan bom penghancur bunker di atasnya.

Tapi itu sesuai dengan kesaksian awal pekan ini dari seorang komandan marinir Ukraina, juga berada di Azovtal, yang mengatakan bahwa para pejuang kalah jumlah dan kehabisan persediaan.

"Semua bangunan di wilayah Azovstal praktis hancur. Mereka menjatuhkan bom berat, bom penghancur bunker yang menyebabkan kehancuran besar. Kami telah terluka dan tewas di dalam bunker. Beberapa warga sipil tetap terperangkap di bawah bangunan yang runtuh," kata Palamar.

Svyatoslav Palamar, dari resimen Azov yang kontroversial, menuturkan kondisi pertahanan terakhir di Mariupol yang dikepung Rusia, Jumat (22/4/2022).
Svyatoslav Palamar, dari resimen Azov yang kontroversial, menuturkan kondisi pertahanan terakhir di Mariupol yang dikepung Rusia, Jumat (22/4/2022). (Capture Video BBC)

Resimen Azov awalnya adalah kelompok neo-Nazi sayap kanan yang kemudian dimasukkan ke dalam Garda Nasional Ukraina.

Para pejuangnya bersama dengan brigade Marinir, penjaga perbatasan dan petugas polisi adalah pembela Ukraina terakhir yang tersisa di kota.

Halaman
1234
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyMariupol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved