Konflik Rusia Vs Ukraina
Jika Putin Nekat Pakai Nuklir, Eks Bos CIA Sebut AS akan Pimpin NATO Serbu Pasukan Rusia di Ukraina
AS disebut akan memimpin NATO perangi Rusia jika Putin nekat gunakan nuklir dalam konflik di Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Amerika Serikat (AS) dipastikan akan memberikan respons serius jika Presiden Rusia Vladimir Putin nekat menggunakan senjata nuklir dalam konflik di Ukraina.
Bahkan tak tertutup kemungkinan AS akan memimpin NATO melakukan serangan membasmi pasukan militer Rusia di Ukraina.
Dikutip TribunWow dari theguardian, prediksi reaksi AS ini disampaikan oleh eks bos badan intelijen AS alias CIA sekaligus purnawirawan jenderal bintang 4, yakni David Petraeus.
Baca juga: Rebut 4 Provinsi Ukraina, Putin Ajak Akhiri Invasi Rusia hingga Tuding Barat sebagai Penyembah Setan
Petraeus mengakui belum berkomunikasi langsung dengan penasihat keamanan AS Jake Sullivan terkait respons AS terhadap skenario Rusia menggunakan senjata nuklir.
Namun Petraeus memastikan AS akan bereaksi keras jika Putin benar-benar nekat menggunakan senjata nuklir.
“Hanya untuk memberi Anda hipotesis, kami (AS) akan merespons dengan memimpin NATO mengalahkan setiap kekuatan konvensional Rusia yang dapat kami lihat dan identifikasi di medan perang di Ukraina dan juga di Krimea dan setiap kapal di Laut Hitam," ungkap Petraeus.
Petraeus menjelaskan, serangan Rusia ke Ukraina memang tidak akan bisa melibatkan langsung AS ke dalam perang karena Ukraina bukan lah anggota NATO.
Tetapi jika radiasi senjata nuklir Rusia menyebar hingga ke wilayah negara Anggota NATO maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai serangan Rusia ke negara NATO.
Petraeus melanjutkan, pada akhirnya konflik harus diselesaikan lewat jalur negosiasi.
5 Syarat Wajib untuk Perdamaian di Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas kemungkinan negaranya berdamai dengan Rusia.
Zelensky menyebut ada lima syarat untuk solusi damai antara Ukraina dan Rusia.
Dikutip TribunWow dari bbc, solusi ini disampaikan oleh Zelensky saat memberikan pidato di Majelis Umum Tahunan PBB, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Rusia Disebut Takut Kalah, Penasihat Zelensky Soroti Siasat Putin Manipulasi Wilayah Ukraina
Zelensky menegaskan lima syarat ini adalah hal wajib yang tidak bisa dinegosiasikan lagi.
Lima syarat tersebut adalah: