Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Putri Candrawathi Disebut Korban Palsu Kasus Kekerasan Seksual Brigadir J, LPSK Beberkan Alasannya

Putri Candrawathi disebut jadi korban palsu dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi disebut korban palsu dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi dalam Kompas Malam di YouTube Kompas TV, Senin (26/9/2022).

Edwin mengungkapkan pernyataan tersebut disampaikan lantaran kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi telah dihentikan oleh Bareskrim Polri.

Baca juga: IPW Sebut Ferdy Sambo Masih Punya Senjata Rahasia untuk Balikkan Keadaan di Kasus Brigadir J

“Peristiwa yang awalnya diklaim kekerasan seksual itu terjadi di Duren Tiga. Dan kemudian kan itu sudah dihentikan proses penyidikannya oleh Bareskrim.”

“Itu menunjukkan PC (Putri Candrawathi) adalah korban palsu dari kekerasan seksual,” kata Edwin Partogi.

Di sisi lain, Edwin juga menyebut adanya kejanggalan yang dicurigai sejak awal yaitu terduga pelaku yaitu Brigadir J bukan sosok yang menguasai lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian pelecehan seksual yaitu antara Duren Tiga maupun Magelang.

“Umumnya pelaku memastikan tidak ada saksi. Termasuk juga perbuatan itu dilakukan tempat penguasaan pelaku.”

“Sementara tempat ini kan milik korban. Kemudian masih ada orang lain baik diklaim Duren Tiga maupun Magelang,” tuturnya.

Kemudian, Edwin juga menemukan kejanggalan lain dalam kasus ini yaitu nomor laporan polisi yang disebutnya sama meski tanggal berbeda.

“Kita nggak tahu mana dari salah satu laporan polisi itu yang benar atau dua-duanya nggak benar,” katanya.

Baca juga: Kontroversi Bebasnya PC, Dicurigai Simpan Rahasia hingga Keluarga Merasa Istri Sambo Diistimewakan

Sehingga, kata Edwin, deretan temuan dari pihaknya ini membuat keraguan untuk memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi semakin menguat.

Sebelumnya, Komnas HAM dan Komnas Perempuan merekomendasikan Polri untuk menyelidiki lebih mendalam terkait dugaan kasus pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi yang terjadi di Magelang.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengungkapkan dugaan pelecehan seksual itu terjadi pada 7 Juli 2022 yaitu sehari sebelum penembakan terhadap Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal ini, kata Beka, menjadikan tewasnya Brigadir J merupakan extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum dilatarbelakangi oleh peristiwa pelecehan seksual.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved