Pilpres 2024
Berita Ganjar Pranowo: Tunda Deklarasi Dewan Kopral, Relawan Yakin 99% akan Didukung Megawati
Relawan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunda pembentukan Dewan Kopral dan menyinggung dukungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Relawan Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo, menunda deklarasi Dewan Kopral.
Dilansir TribunWow.com, hal ini sesuai arahan Ganjar Pranowo yang meminta pendukungnya untuk menahan diri.
Di sisi lain, Ketua Relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania), Immanuel Ebenezer atau Noel, merasa yakin bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mendukung pilihan mereka.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Kembali Puncaki Hasil Survei Capres, Jauh Kalahkan Prabowo dan Anies
Sebelumnya, wacana pembentukan Dewan Kopral ini merupakan tanggapan atas Dewan Kolonel yang hendak dibentuk pendukung Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Memang selama ini, Puan maupun Ganjar diisukan tengah bersaing untuk menjadi kandidat capres yang diusung PDIP.
Namun, Ganjar sendiri justru meminta para pendukungnya untuk menahan diri dan tidak perlu memberikan respons.
"Kita ikuti arahan Beliau, meski sebenarnya pembentukan Dewan Kopral inisiatif dari -teman-teman karena merasa tertantang oleh gerakan dewan kolonel," kata Noel dikutip Kompas.com, Jumat (23/9/2022).
"Jadi, kami tunda dulu sampai benar-benar ada keputusan dan arahan berikutnya."

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Soal Jokowi Endorse Capres Potensial, PDIP Pastikan RI 1 Sehati dengan Mega
Di sisi lain, ia meyakini bahwa Ganjar pasti akan mendapat dukungan penuh dari Megawati.
Menurut Noel, Megawati sebagai seorang politisi senior pasti akan melihat elektabilitas dan faktor lain yang dimiliki kader untuk menjadi capres.
"Saya meyakinkan 99 persen (Ganjar) didukung ketua umum partai, yaitu Bu Mega," ujar Noel dikutip Tribunnews.com, Jumat (23/9/2022).
"Nah kalau yang didukung memiliki dampak elektoral kepada partai, saya yakin itu akan menjadi pertimbangan Bu Mega."
Dalam berbagai survey yang digelar sejumlah lembaga, nama Ganjar selalu berada dalam kelompok teratas capres unggulan.
Terakhir, ia menduduki puncak elektabilitas hingga mengalahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Noel mengatakan faktor elektabilitas Ganjar yang cenderung semakin naik ini juga akan menjadi pertimbangan Megawati.
"Kedua, soal elektabilitas. Bu Mega ini akan melihat elektabilitas Mas Ganjar yang sampai saat ini trennya menaik enggak menurun," tutur Noel
"Jadi saya punya keyakinan 99 persen Bu Mega akan mengambil keputusan yang pada akhirnya mendukung Mas Ganjar untuk menjadi capres 2024," tandasnya.
Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Dipasangkan dengan Ganjar Pranowo dan Digadang Jadi Cawapres 2024 Versi Survei
Elite PDIP Bentuk Dewan Kolonel Demi Puan
Sejumlah elite PDIP diketahui telah membentuk sebuah tim bernama Dewan Kolonel yang tujuannya mendampingi Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden (capres) di 2024 nanti.
Beberapa anggota Dewan Kolonel ini adalah Anggota DPR F-PDIP seperti Johan Budi hingga Masinton Pasaribu.
Dikutip TribunWow dari Kompas, Puan sendiri memiliki elektabilitas yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Puan Gelar Persiapan 2024 di Jateng, Ganjar Jawab Alasan Tak Hadir Pakai Foto

Namun Ganjar kemungkinan kuat tidak akan mendapat restu dari PDIP untuk maju sebagai Capres 2024.
Meski tak mendapat restu dari PDIP, Ganjar memiliki basis pendukung yang kuat di akar rumput dan banyak kelompok relawan yang mendorong Ganjar menjadi Capres 2024.
Sementara itu Johan Budi selaku pencetus Dewan Kolonel mengaku siap bersaing melawan kelompok pendukung Ganjar demi kemenangan Puan di 2024.
"Bukan, bukan takut kalah. Soal kalah atau menang itu belakangan," kata Johan Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).
Johan sendiri menyatakan Dewan Kolonel pada akhirnya akan tetap patuh kepada keputusan akhir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mempunyai hak prerogatif menentukan siapa capres dari PDIP di 2024.
"Kita enggak melangkahi apa yang diputuskan oleh Ibu Mega, Megawati Soekarnoputri kan. Kita tunggu nanti. Tentu semua menyampaikan kalau apa pun putusannya Bu Mega nanti, kita akan tegak lurus," kata Johan.
Dikutip TribunWow dari Kompas, Puan dan Ganjar disebut memiliki basis pendukung yang saling bertolak belakang.
Kesimpulan ini disampaikan oleh Kepala Departemen Sosial Politik Fiskom Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Putri Hergianasari.
Putri menjelaskan basis pendukung Ganjar datang dari grassroot atau akar rumput.
Sementara itu Puan mendulang suara dari kalangan elite politik.
"Ganjar cenderung merupakan capres pilihan sukarelawan politik atau bottom up, sementara Puan merepresentasikan pilihan politik top down," jelas Putri, Senin (5/9/2022).
Terkait safari politik Puan, Putri menyebut hal tersebut bertujuan untuk branding dan komunikasi politik demi pilpres 2024.
"Contohnya yang telah dilakukan PDI Perjuangan dan Puan saat ini. Langkah ini sah dalam rangka mencari peluang dan kemungkinan berkoalisi," jelas Putri.
Putri menekankan bahwa di dalam politik tidak ada musuh atau teman.
"Istilah ini bisa membantu publik untuk memahami fenomena kondisi politik nasional menjelang 2024 seperti saat ini yaitu safari politik," paparnya.(TribunWow.com/Via/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Ikuti Arahan Ganjar, Dewan Kopral Tunda Deklarasi" dan Tribunnews.com dengan judul "Relawan Yakin 99 Persen Megawati Bakal Dukung Ganjar Maju di Pilpres 2024"