Breaking News:

Terkini Nasional

Pemuda Madiun Ditangkap, Pakar Cyber: Kalau Bjorka Berdomisili di Indonesia Agak Bodoh Sih

Pakar Keamanan Cyber Alfons Tanujaya membeberkan tujuan hingga perkiraan domisili hacker Bjorka.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Pakar Keamanan Cyber Alfons Tanujaya memberikan analisis soal tujuan dan domisili hacker Bjorka, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Keamanan Cyber Alfons Tanujaya menilai hacker Bjorka ingin memberi pelajaran dan memberikat teguran terhadap pemerintah.

Dilansir TribunWow.com, ia juga menganalisa tujuan sang peretas membongkar data pribadi para pejabat negara.

Sementara polisi terus berusaha melakukan penangkapan, Alfons mengatakan Bjorka tidak akan tinggal di Indonesia jika mempertimbangkan keamanannya.

Baca juga: Viral Aksi Hacker Bjorka, Mahfud MD Klaim Sudah Kantongi Gambaran Pelaku: Motifnya Gado-gado

Sebagaimana diketahui, Bjorka viral setelah menjual data SIM Card masyarakat Indonesia di website ilegal.

Tahu aksinya menuai perhatian, Bjorka kemudian membongkar data Menkominfo Johnny G. Plate hingga Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Alfons, Bjorka berperan menjadi messenger of bad news yang memberitahukan kesalahan pengelolaan data Indonesua.

"Bjorka itu berusaha memberitahukan bahwa pengelolaan data di Indonesia perlu diperbaiki," kata Alfons dikutip tvOneNews, Jumat (16/9/2022).

"Banyak bocor dan kalau dieksploitasi rakyat menderita."

Hacker bernama Bjorka mengklaim berhasil meretas data rahasia berisi surat-surat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Hacker bernama Bjorka mengklaim berhasil meretas data rahasia berisi surat-surat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Istimewa via Kompas.com)

Baca juga: Bantah Dirinya Hacker Bjorka, Muhammad Said Fikriyansah Mengaku Sempat Alami Peretasan

Selain itu, Bjorka juga berusaha membuat para pejabat merasakan nasib rakyat yang tereksploitasi.

Hal ini diduga menjadi penyebab Bjorka justru ramai mendapat dukungan dari masyarakat.

"Kan sudah dua-tiga tahun ini kita dieksploitasi data BPJS bocor," ujar Alfons.

"Sekarang coba kasih lihat kalau pejabat yang alami eksploitasi seperti ini, kira-kira begini rasanya rakyat. Itulah sebabnya Bjorka mendapat simpati."

Alih-alih memperbaiki sistemnya, pemerintah justru mengerahkan aparat untuk menangkap sosok di balik sang peretas.

"Yang harus diperbaiki kan kelemahan pengelolaan datanya, ini malah messenger of badnews-nya yang mau ditangkap. Mungkin karena malu," sebut Alfons.

Diketahui, polisi telah menangkap pemuda bernama Muhammad Agung Hidayatulloh alias MAH (21) asal Madiun, Jawa Timur.

Halaman
123
Tags:
MadiunBjorkaHackerAlfons Tanujaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved